Soroti Beda Tafsir Hakim di Sengketa Kontrak, Ahmad Arif Raih Doktor
Ahmad Arif Syarif meraih doktor FH UII setelah meneliti dasar pertimbangan hakim menentukan kepatutan dalam sengketa kontrak.
Pengerjaan konstruksi jalan tol Jogja-Bawen di wilayah Seyegan dan Tempel, Senin (19/9/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah sedang mempersiapkan rencana sosialisasi pembangunan jalan tol Jogja-YIA. Sosialisasi ini sebagai tahapan untuk penerbitan Izin Penetapan Lokasi (IPL) oleh Gubernur DIY.
Tim Persiapan akan memulai tahapan penting yaitu sosialisasi berhadapan langsung dengan masyarakat. Secara detail tim yang terdiri atas Pemda DIY dan perwakilan Pemerintah Pusat akan menjelaskan terkait desain dan titik mana saja yang akan terdampak pembangunan tol Jogja-YIA. Saat ini sedang dalam menyusun jadwal sosialisasi.
“Untuk [penjadwalan] sosialisasi lebih baik [bertanya] ke Pemda DIY,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-YIA katanya, Senin (26/9/2022).
Adapun panjang tol ini sekitar 38,57 kilometer dengan perkiraan luas lahan yang dibutuhkan sebanyak 503 hektare atau 5.033.696 meter persegi dengan exit toll berjumlah empat titik yaitu Exit Gamping, Exit Sentolo, Exit Wates dan Exit menuju YIA. Belum dapat dipastikan kapan akan dimulainya pembebasan lahan, karena saat ini masih dalam tahap persiapan sosialisasi.
“Target kami tergantung dari Pemda DIY nantinya,” ujarnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY menyatakan saat ini sedang dipersiapkan sosialisasi. Akan tetapi sebelum sosialisasi akan lebih dahulu menemui kepala daerah di tiga kabupaten terdampak pembangunan tol. Ia memperkirakan sosialisasi pembangunan tol Jogja-YIA kepada warga terdampak akan dimulai pada pertengahan Oktober 2022 mendatang.
BACA JUGA: ORI: Akal-akalan Penjualan Seragam, Sekolah di DIY Untung Rp10 Miliar
“Sosialisasi ke warga perkiraan dilakukan perhitungan kami di pertengahan Oktober 2022, sehingga sudah selesai konsultasi publiknya harapan kami di Bulan Desember ancer-ancer proses IPL bisa melihat perkembangan,” ucapnya.
Terkait penerbitan IPL Jogja-YIA, menurut perkiraan setelah Desember 2022 mendatang, karena harus menunggu sosialisasi dna konsultasi publik memastikan bahwa warga terdampak setuju. Meski demikian, jika semua berjalan lancar bisa jadi penerbitan IPL lebih maju dari perkiraan tersebut. “Maju juga bisa tergantung perkembangan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ahmad Arif Syarif meraih doktor FH UII setelah meneliti dasar pertimbangan hakim menentukan kepatutan dalam sengketa kontrak.
Tito Karnavian menegaskan larangan membuka lahan dengan cara membakar tanpa kecuali melalui Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2026.
Isi chat dugaan cashback Rp4.000 per kilogram pengadaan telur SPPG di Sukoharjo viral. BGN akan mengecek dugaan tersebut.
OIKN meminta warga melaporkan titik api di IKN melalui aplikasi IKNOW di tengah ancaman karhutla akibat fenomena El Nino.
Bareskrim menyebut 72 tersangka karhutla diduga sengaja membakar hutan dan lahan untuk membuka perkebunan sawit.
TNI AU dan BNPB mengevakuasi korban gempa NTT dengan helikopter. TNI AL juga melakukan operasi medis di KRI dr. Soeharso-990.