Profil Pemilik Sefas Group, Akuisisi 100 Perse n SPBU Shell Indonesia
Sefas Group sepakat mengakuisisi 100% bisnis SPBU Shell Indonesia. Simak profil pemilik dan rekam jejak bisnis Sefas selama hampir 30 tahun.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Warga terdampak proyek tol di Jogja mengaku menerima ganti rugi lahan berkali lipat dibanding harga normal lahan tersebut.
Proyek jalan tol jalur Jogja-Bawen menggunakan sebagian lahan warga. Salah satu warga yang terdampak dari pembebasan Jalan Tol adalah Hartono, salah seorang warga Jamblangan, Margomulyo, Kecamatan Seyegan yang kini menikmati hasil dari pembebasan lahan tol.
Menurut Hartono, dirinya berserta dengan warga lain tidak merasa keberatan menjadi bagian yang terdampak pembebasan lahan untuk proyek tol. Sebanyak 30 kepala keluarga yang merupakan tetangga Hartono juga menerima pembebasan lahan.
Dirinya mengaku harga tanah di wilayah yang dibebaskan tersebebut naik dua hingga tiga kali lipat dari harga normal. “Biasanya Rp300 juta sampai Rp400 juta [harga lahan pada kondisi normal per bidang], kemaren paling rendah kalau tidak salah Rp800 juta,” ucap Hartono pada Kamis (22/09/2022).
BACA JUGA: Hakim Agung Terkena OTT KPK Ternyata Lulusan Padmanaba dan UII Jogja
Warga mengaku kini mendapat kehidupan yang lebih layak. “Dulu rumah kami kan perumahan sempit karena hanya 100 meter, Bersyukur sekarang sudah punya halaman, besar-besar, bisa belikan rumah anak, udah bisa bikin usaha,” kata Hartono.
Pria yang bekerja sebagai seorang wiraswasta ini mengatakan ganti rugi lahan saat ini lebih spesifik karena mempertimbangkan berbagai komponen. Jika dulu ganti rugi dihitung per blog, atau aspek fisiknya saja, namun sekarang dihitung juga aspek non-fisik. Aspek non fisik seperti seberapa lama menempati tanah (solatium) juga dihitung serta aspek psikologis warga.
Karena hal tersebut banyak warga kampung yang merupakan penduduk asli yang mendapatkan ganti rugi lebih besar, karena telah menempati daerah tersebut selama puluhan tahun. Dengan ganti rugi yang berkali lipat dari harga biasanya tersebut digunakan warga untuk mengubah nasib.
Menurut Hartono, separuh warga yang satu RT denganya ramai membuat rumah baru di sekitar rumahnya, yang terlebih dahulu menempati wilayah baru di Seyegan. Hal tersebut, menurut Hartono agar tetap bisa berkumpul kembali. “ Dulu RT kami guyub, hubungan sosial kami sangat baik, maka kami yang kena tol sepakat buat kumpul lagi,” ungkap Hartono.
Dirinya juga menceritakan bagaimana nasibnya dulu saat sebelum mendapatkan ganti rugi. Dirinya beserta dengan tetangga yang terkena gusur sempat terombang-ambing karena pembebasan lahanya yang molor.
“Kita yang mau benerin genteng yang bocor saja udah males karena lahannya kan sudah ditetapkan,” pungkas Hartono. Kondisi tersebut menurut Hartono sempat membuat warga bingung, bahkan stres hingga jatuh sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sefas Group sepakat mengakuisisi 100% bisnis SPBU Shell Indonesia. Simak profil pemilik dan rekam jejak bisnis Sefas selama hampir 30 tahun.
12 gudang Bulog rusak akibat gempa NTT, terutama di Ruteng. Stok beras dipindahkan ke tenda BNPB dan TNI agar tetap aman untuk disalurkan.
Tito Karnavian menegaskan larangan membuka lahan dengan cara membakar tanpa kecuali melalui Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2026.
Isi chat dugaan cashback Rp4.000 per kilogram pengadaan telur SPPG di Sukoharjo viral. BGN akan mengecek dugaan tersebut.
OIKN meminta warga melaporkan titik api di IKN melalui aplikasi IKNOW di tengah ancaman karhutla akibat fenomena El Nino.
Bareskrim menyebut 72 tersangka karhutla diduga sengaja membakar hutan dan lahan untuk membuka perkebunan sawit.