Lulus dengan IPK 3,96, Dhea Ingin Kerja dan Kuliah S2 di Jepang
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Polisi dan tim SAR mengevakuasi mayat tak dikenal di area groundsill Sungai Progo, Kutan, Brosot, Kulonprogo, Kamis (29/9/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO — Sesosok mayat tak dikenal berpakaian kemaja motif kembang-kembang ditemukan di area groundsill Sungai Progo, di Kutan, Brosot, Kapanewon Galur, Kulonprogo, Kamis (29/9/2022).
Mayat yang belum diketahui identitasnya tersebut kini di bawa ke RSUD Wates untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Plt. Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Dwi Wijayanto menerangkan mayat tanpa identitas itu ditemukan warga di groundsill Sungai Progo, Kutan Brosot , Galur pada Kamis sekitar pukul 05.30 WIB.
Awalnya, kata dia, seorang warga Brosot, Latri, 27, ke luar rumah untuk melihat air di Sungai Progo di sekitar groundsill. Namun, di sama Latri justru menemukan sesosok mayat.
BACA JUGA: Ditinggal Beli Makanan, Motor di Dapur Digondol Maling
Setelah itu, dia lantas melaporkan kepada warga lainnya yang akhirnya dilaporkan ke petugas berwajib. "Setelah dievakuasi petugas SAR, mayat itu kemudian dilakukan pemeriksaan medis oleh tenaga medis Puskesmas Galur 1," terang Dwi.
Berdasarkan asesmen tim medis, mayat laki-laki tanpa identitas bercirikan memakai pakaian kemeja bermotif kembang-kembang putih hitam dengan lengan pendek. Korban mengenakan celana panjang warna hitam dan celana kolor pendek berwarna biru. "Kondisi fisik korban sudah membengkak. Kulit mengelupas, diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar tiga hari," kata Iptu Dwi.
Dari struktur giginya, imbuh Dwi, mayat yang ditemukan memiliki struktur gigi yang normal. Korban disebutkan Dwi memiliki rambut lurus berwarna hitam dan tidak ditemukan adanya luka-luka di kepala.
Adapun korban bertinggi badan 170 senti. "Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Wates untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh medis RSUD Wates, Kulonprogo," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.
Pemerintah menyetujui sanksi pidana bagi pemilik kendaraan ODOL. RUU LLAJ juga mengatur korporasi dan pemilik barang sebagai subjek pidana.