Jadwal SIM Sleman 12 Oktober 2026, Cek Lokasi dan Syaratnya
Cek jadwal perpanjangan SIM Sleman 12 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi layanan, jam operasional, syarat dokumen, dan ketentuan SIM kedaluwarsa.
Penghageng Kawedanan Hageng Nitya Budaya GKR Bendara saat menunjukkan batik kraton. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat meluncurkan Katalog Digital Awisan Dalem Batik bersamaan dengan peringatan Hari Batik Nasional, Minggu (2/10/2022). Katalog ini berisi dokumentasi motif batik larangan yang digali dari arsip Sri Sultan Hamengku Buwono I.
Penanggungjawab Produksi Katalog Awisan Dalem Batik, KPH Notonegoro menjelaskan katalog digital ini merupkana dokumentasi motif-motif larangan dari berbagai motif batik di keraton. Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai aturan motif, ornamen, hingga ukuran dari masing-masing ragam hias batik di dalam katalog tersebut.
Ukuran motif pun pada katalog tersebut divisualkan melalui vektor, sehingga mempermudah masyarakat dalam memahami unsur-unsur stilistik yang berada pada batik khas Jogja. “
Di samping bersumber dari penggalian arsip sejak Sri Sultan Hamengku Buwono I, dalam katalog tersebut juga ditampilkan ornamen hias batik yang berkembang dari masa ke Masa,” kata Notonegoro, Minggu (2/10/2022).
BACA JUGA: Penyandang Disabilitas Apresiasi Layanan Ojol
Kraton membuka kesempatan luas bagi para pemerhati batik, praktisi seni batik, maupun pencinta batik untuk memberi masukan agar katalog tersebut ke depannya mampu menjadi tolok ukur bagi masyarakat dalam berbusana, terutama berkain batik.
Penghageng Kawedanan Hageng Nitya Budaya, GKR Bendara menambahkan museum Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat turut menjaga kelestarian tradisi wastra dengan meluncurkan motif batik baru. Motif batik tersebut digali dari ornament hias flora di bangunan keraton. Terinspirasi dari ornamen pada saka Regol Danapratapa, motif batik baru yang dinamai Motif Radyakartiyasa diciptakan dan diperuntukkan bagi para edukator museum.
“Motif berpola ceplok tersebut kemudian distilisasi menjadi motif menyerupai sekar atau bunga padma, dengan harapan menjadi sumber dari ilmu dari setiap pemakainya,” katanya.
Dia menambahkan motif ini selaras digunakan oleh edukator museum yang bertugas untuk memandu tamu atau wisatawan, sebab mereka merupakan salah satu ujung tombak dari syiar budaya yang berasal dari keraton.
Saat bersamaan dilakukan peluncuran wajah baru Museum Kraton Ngayogyakarta disertai dengan hadirnya tiket baru serta penataan baru dari masing-masing museum.
Di Kedaton, setidaknya terdapat beberapa museum dengan tema-tema khusus, seperti Museum Daur Hidup, Gedhong Lukisan, serta living museum yang merupakan representasi dari kehidupan keseharian keraton.
“Masing-masing museum ini pada tahun depan akan diluncurkan kepada masyarakat secara bertahap. Dengan demikian Keraton Yogyakarta secara praktis mampu memberi sumbangsih pada khazanah keilmuan sekaligus pelestarian budaya melalui ruangruang museumnya,” ujarnyaa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal perpanjangan SIM Sleman 12 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi layanan, jam operasional, syarat dokumen, dan ketentuan SIM kedaluwarsa.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 16 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 16 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Rachel/Febi kalah 16-21, 17-21 dari Treesa/Gayatri pada 16 besar Denmark Open 2026. Indonesia pun kehilangan seluruh wakil di ganda putri.
Malaysia menempati peringkat kelima Digital Nomad Visa Index 2026 dengan skor 82,9. Simak posisi Bali dan daftar 10 destinasi teratas.