Kemarau Datang, Gunungkidul Siapkan Droping Air Mulai Juli
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.
Ilustrasi/ Harian Jogja-Irwan A Syambudi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Hujan deras yang mengguyur wilayah Gunungkidul mengakibatkan tiga kejadian longsor. Meski demikian, BPBD Gunungkidul memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, ada tiga kejadian longsor yang disebabkan karena hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (3/10/2022) sore. Upaya penanganan telah dilakukan dengan kerja bakti bersama dengan warga setempat.
Peristiwa pertama terjadi di Dusun Kedungpoh Lor, Kedungpoh, Nglipar. Tebing setinggi lima meter ambrol sampai di halaman rumah warga. Longsor terjadi sekitar pukul 05.25 WIB.
Meski demikian, kejadian ini tak sampai menimbulkan korban jiwa karena material tidak sampai ke rumah. Adapun peristiwa kedua terjadi di Dusun Sawur, Sawahan, Ponjong.
Sebuah talut di TK PKK Ponjong ambrol. Meski demikian, kondisi masih aman karena gedung tidak terkena dampak dari longsor.
Peristiwa ketiga terjadi di Dusun Srumbung, Kalurahan Pengkok, Patuk. Akibat longsoran ini membuat jalan antar kampung menjadi tertutup.
“Sudah ditangani karena ada kerja bakti dengan warga,” katanya, Senin (3/10/2022).
Menurutnya, upaya pemantauan terus dilakukan karena potensi cuaca ekstrem masi terjadi. Untuk perkembangan cuaca akan terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Yang jelas Oktober ini sudah mulai memasuki musim hujan,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono. Untuk laporan longsor yang terjadi pada Senin pagi, sudah mengirimkan tiga untuk membantu membersihkan material longsor di tiga lokasi berbeda.
“Sudah datang ke lokasi untuk membantu warga yang bekerja bakti,” katanya.
Menurutnya, BPBD telah berkoordinasi dengan kapanewon hingga kalurahan terkait antisipasi kerawanan bencana di musim penghujan. Selain itu juga ada rencana pemetaan potensi bencana di seluruh wilayah.
Untuk penanganan bencana, pihaknya sudah menyiagakan tim reaksi cepat guna membantu dan proses evakuasi pada saat terjadi musibah. “Memang tidak ada anggaran khusus untuk bencana, tapi ada bantuan stimulant yang dipersiapkan guna membantu saat terjadi peristiwa,” katanya.
Purwono terus mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terkait dengan potensi bencana di Gunungkidul.
“Yang bisa dilakukan dengan mengantisipasi agar saat terjadi bencana, dampaknya bisa ditekan sekecil mungkin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.
KNMP Poncosari Bantul belum beroperasi meski pembangunan selesai sejak Januari 2026. Serah terima aset dari pemerintah pusat masih ditunggu.
Sebanyak 3.680 mahasiswa UIN Jogja dilepas KKN 2026. BPJS Ketenagakerjaan beri jaminan kecelakaan kerja dan kematian.
KPK mendalami dugaan pengumpulan uang dari 914 petani di Kuansing untuk pengurusan pelepasan kawasan hutan seluas 1.828 hektare.
Penelitian mengungkap kebiasaan scanning yang disebut menjadi salah satu kunci Lionel Messi tetap tajam di Piala Dunia 2026 pada usia 39 tahun.
Finlandia kembali menjadi negara paling bahagia di dunia pada 2026. Kedekatan dengan alam dan gaya hidup sederhana disebut menjadi kuncinya.