APBD DIY 2027 Disiapkan Rp4,93 Triliun, Fokus pada Tiga Hal Ini
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Smart city/Ist
Harianjogja.com, JOGJA- Smart City memberikan banyak kemudahan bagi semua lapisan masyarakat maupun pemerintah. Hal ini tidak terlepas karena konsep Smart City dapat memengaruhi kualitas hidup manusia dalam berbagai hal.
CEO Widya Analytic Faris Yusuf Baktiar mengatakan penerapan Smart City memungkinkan pengelolaan pemerintahan dapat berjalan lebih optimal dan lebih efisiensi. Penerapannya juga menjadikan inventarisasi aset daerah semakin mudah dilakukan.
Menyadari pentingnya penerapan Smart City, kata Faris, Widya Analytic turut berkolaborasi dalam seminar nasional pada rangkaian acara Dies Natalis FMIPA UGM 2022. Seminar bertema “Smart City Outlook” tersebut merupakan bentuk kerja sama antara Pemkot Jogja dan FMIPA UGM.
"Seminar Nasional ini akan membahas perkembangan Smart City, identifikasi permasalahan, strategi percepatan, dan keberhasilan penerapan Smart City saat ini di Indonesia," katanya melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Jumat (7/10/2022).
Baca juga: Audit Stadion Mandala Krida Menunggu Surat Edaran Pusat
Kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri oleh Menteri Kominfo atau Menteri Sekretaris Negara serta perwakilan dari berbagai Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Pada event kali ini, pihaknya akan menyampaikan materi seputar Smart City dan menyediakan booth yang memberikan layanan konsultasi bagi peserta.
"Harapannya, konsultasi tersebut bisa memberikan solusi dari berbagai permasalahan dalam penerapan Smart City saat ini. Ini merupakan bentuk dukungan Widya Analytic terhadap penerapan layanan Smart City di Indonesia," paparnya.
Konsep Smart City adalah sebuah konsep kota cerdas yang membantu masyarakat dengan mengelola sumber daya yang dimiliki secara efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau lembaga ketika melakukan kegiatan ataupun mengantisipasi kejadian yang tidak terduga.
Kegiatan ini akan digelar di Gedung MIC Hotel Alana Yogyakarta pada Jumat, 28 Oktober 2022. Seminar nasional diisi dengan berbagai kegiatan menarik seperti expert review, industrial leader review, serta sharing dari Pemkot Jogja yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk daerah-daerah lain.
Selama seminar berlangsung, panitia menyediakan sharing session dari Kabupaten Kulonprogo yang memiliki 3 tingkat teritorial dalam penerapan Smart City dan diskusi mengenai perkembangan Smart City di Indonesia pasca Covid-19.
Selain itu, terdapat sesi industry outlook dan center of excellence for big data untuk dukungan big data di Indonesia. Sebelum penutupan, kegiatan yang terbuka umum dan gratis ini juga menyediakan doorprize untuk menambah kemeriahan acara.
"Bagi yang berminat bisa langsung menghubungi 0881081932398 (Ade) dan 087778974436 (Auriel). Tunggu apalagi? Jangan sampai kelewatan mentikuti Seminar Nasional “Smart City Outlook” ini," katanya. (Abdul Hamid Razak/*)
Ilustrasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
SPMB 2026 menunjukkan minat masyarakat terhadap madrasah di Kulonprogo meningkat. MAN 2 Kulonprogo menerima 238 siswa baru.
OIKN mengusulkan tambahan anggaran Rp2,7 triliun untuk pembangunan IKN batch 3, pengelolaan aset, dan pembebasan lahan periode 2026-2028.
Prabowo menegaskan Indonesia terbuka bagi semua negara yang ingin bermitra dengan prinsip saling menguntungkan saat groundbreaking LNG Abadi Masela.
KFC Jepang menutup aplikasi pemesanan setelah mitra logistik Nichirei Group terkena serangan siber yang mengganggu distribusi bahan baku.
Penerimaan PBB-P2 Bantul mencapai Rp34,8 miliar hingga Juni 2026. Pemkab menyiapkan insentif bagi kalurahan yang melunasi pajak tepat waktu.