Kader 'Aisyiyah Didorong Jadi Penggerak Pelestarian Lingkungan
Sekitar 200 kader 'Aisyiyah dari berbagai daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti 'Aisyiyah Cadre Camp (ACC) 2026 di Bumi Perkemahan Kalakijo,
Kepala OJK DIY, Parjiman (dua dari kiri); Pemimpin Divisi Trisuri PT Bank BPD DIY, Didit Respati (tiga dari kiri) serta Direktur PT BPR Bank Bantul, Heri Sutanto (empat dari kiri), seusai mengisi literasi keuangan di Dusun Busuran, Kalurahan Donotirto, Kapanewon Kretek, Sabtu (15/10)./Harian Jogja-Tim EO JogjaPro
BANTUL—Untuk memberikan pemahaman dan mengedukasi masyarakat tentang bahaya investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal, Otoritas Jasa keuangan (OJK) bersama Bank BPD DIY dan BPR Bank Bantul menggelar pentas wayang kulit dengan menghadirkan dalang Ki Warseni Slenk, Sabtu (15/10/2022). Pementasan yang digelar di Dusun Busuran, Kalurahan Donotirto, Kapanewon Kretek, mengusung tema Peningkatan Literasi Keuangan Masyarakat Kalurahan Donotirto, Kretek, Bantul.
Sebelum pementasan wayang kulit, tiga narasumber yakni Kepala OJK DIY, Parjiman; Direktur PT BPR Bank Bantul, Heri Sutanto; dan Pemimpin Divisi Trisuri PT Bank BPD DIY, Didit Respati memaparkan bahaya investasi ilegal dan modus yang sering digunakan para pelaku.
Sekretaris Panitia Pergelaran Wayang, Restu Kurniawan mengatakan pilihan tema mengenai literasi keuangan muncul ketika tiga warga Dusun Busuran menjadi korban pinjol. “Di Dusun Busuran ada tiga warga yang menjadi korban pinjol. Kasus ini kemudian diangkat sebagai contoh pengalaman,” kata Restu, Sabtu (15/10/2022).
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan edukasi keuangan lewat wayang dinilai efektif dalam memberi pemahaman kepada masyarakat. “Pergelaran wayang sangat digemari masyarakat sehingga dapat menjadi media yang efektif dan masyarakat dapat menerimanya dengan senang hati,” kata Halim.
Pemimpin Divisi Trisuri PT Bank BPD DIY, Didit Respati menyatakan dalam menekan praktik pinjol ilegal jajarannya memperbanyak agen laku pandai.
“Agen ini dapat mengakses pengajuan kredit usaha rakyat. Jumlah agen yang banyak itu untuk mempermudah akses masyarakat sehingga mereka bisa mengakses kredit yang terdaftar di OJK,” kata Didit.
Sementara, Direktur PT BPR Bank Bantul, Heri Sutanto mengatakan selain mempermudah akses masyarakat untuk kredit, jajarannya juga gencar mengedukasi masyarakat. “Kami terus mengedukasi masyarakat mulai dari anak sekolah hingga guru. Kami juga mengajak masyarakat agar menyimpan dananya secara benar dan mencari pinjaman untuk modal ke tempat yang benar,” kata Heri.
Kepala OJK DIY, Parjiman mengatakan bertepatan dengan bulan inklusi keuangan, jajarannya berusaha mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangan. “Kami menyasar warga dusun yang selama ini belum mendapat literasi terkait dengan pinjol dan investasi ilegal,” kata Parjiman.
Parjiman menegaskan masyarakat harus mengedepankan 2L yaitu Legalitas dan Logis dalam mengajukan kredit. “Masyarakat harus cek legalitas lembaga yang menawarkan investasi, untuk logis, masuk akal atau tidak imbalan yang diperoleh dari investasi itu. Prinsip ini menjadi hal dasar untuk menghindarkan masyarakat dari investasi bodong,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 200 kader 'Aisyiyah dari berbagai daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti 'Aisyiyah Cadre Camp (ACC) 2026 di Bumi Perkemahan Kalakijo,
Muhaimin dorong pemerintah buka akses global bagi industri kreatif, bukan sekadar program, demi ekosistem berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memborong enam penghargaan pada Anugerah Adinata Syariah 2026.
Raperda toko swalayan Bantul kembali dibahas, fokus atur jarak, izin, dan perlindungan UMKM agar usaha tetap seimbang.
Rupiah stagnan di Rp17.995 per dolar AS, berpotensi melemah dipicu sentimen global dan rilis notulen The Fed.
Harga emas Pegadaian terbaru, Galeri24 naik ke Rp2.653.000 per gram, UBS menguat, Antam stagnan.