Pemberdayaan Masyarakat dan Semangat Pembangunan Indonesia
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Asprilla Dwi Adha
Harianjogja.com, BANTUL — Warga Kapanewon Sedayu butuh kompensasi sepadan atas pembebasan lahan pembangunan tol Jogja-YIA yang melewati Kalurahan Argosari dan Argomulyo.
Kompensasi mesti memberikan nilai ekonomis terhadap warga. Jangan sampai warga merugi sedikit pun dalam proses pembebasan tanah proyek tol.
“Bagi lahan atau bangunan yang terpotong lalu bagiannya tidak dapat digunakan, kami [Kapanewon Sedayu] minta untuk diberi kompensasi semua [total] atau sekalian saja dibebaskan semua,” ungkapnya, Rabu (19/10).
Apabila terdapat lahan atau akses yang terputus maka mesti dibebaskan sekaligus dengan catatan warga sekitar menghendaki. Apabila terdapat bangunan milik bersama seperti masjid, pembebasan berhubungan dengan pemangku kepentingan tanah wakaf.
Situasi serupa juga untuk urusan tanah Sultan Grond dan Pakualaman Grond serta tanah kas desa yang urusannya dengan Pemda DIY. “Namun, sejauh ini belum ada sosialisasi apapun kepada warga,” tuturnya.
BACA JUGA: BBM Subsidi di Bantul Dijual ke Industri, Pelaku Beri Duit Pelicin ke Petugas SPBU
Sejauh ini kapanewon juga belum mendapat dokumen izin pembebasan lahan (IPL) sehingga belum ada informasi mengenai lahan milik siapa yang akan dibebaskan. Sosialisasi pembebasan lahan baru akan dilakukan setelah ada IPL.
Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Argosari, Arif Fatimah, mengaku kantornya belum punya agenda sosialisasi kepada warga meski informasinya ada dua padukuhan yang akan dilalui tol Jogja-YIA, yakni Jurug dan Gubug.
Kepala Dukuh Jurug, Sukiman, menegaskan belum menerima informasi apapun dari kelurahan terkait dengan proyek tol yang akan melintas di dusunnya. Hal serupa diungkapkan pula oleh Kepala Dukuh Gubug, Adnan Faruliansyah.
“Belum dapat kejelasan mana saja yang terdampak. Sebagai warga, kami tidak dapat menolak proyek itu tetapi warga terdampak mesti mendapat kompensasi yang sesuai, setimpal,” ujar Adnan.
Lurah Argomulyo, Bambang Sarwono menuturkan sosialisasi baru dilakukan pada tingkat kabupaten. “Gambarannya ada tiga dusun yang akan dilintasi tol Jogja-YIA, yakni Samben, Srontakan dan Panggang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
361 siswa di Karo diduga keracunan usai menyantap MBG. Satu siswa dirawat intensif di RSU Haji Medan karena mengalami penurunan kesadaran.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.
Bursa karbon menjadi instrumen ekonomi hijau Indonesia. Simak cara kerja, mekanisme perdagangan, peserta, dan peluang cuan dari unit karbon.
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.