Kuota LPG 3 Kg Turun Jadi 8 Juta Ton, Ini Energi Penggantinya
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengajak para akademisi perguruan tinggi mencari penyebab serta solusi penanganan kasus gagal ginjal akut pada anak yang muncul di provinsi ini.
"Saat ini perguruan tinggi, rumah sakit dan laboratorium kesehatan kita ajak mencari penyebabnya. Apakah ini hanya kasus saja atau ada sesuatu yang perlu kita lakukan ke depan, seperti imunisasi misalnya," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji di Jogja, Rabu (19/10/2022).
Aji mengatakan, perlu dilakukan analisis yang lebih serius mengingat ada beberapa anak penderita gagal ginjal akut yang suspek COVID–19.
Berdasarkan data Dinkes DIY, total sebanyak 13 kasus gagal ginjal akut tercatat selama Januari sampai Oktober 2022 dengan rentang usia mulai tujuh bulan hingga 13 tahun.
Sebanyak lima anak meninggal dunia, dua lainnya dinyatakan sembuh, dan enam anak saat ini masih dirawat di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
Sebanyak sepuluh dari 13 kasus tersebut, menurut Pembajun, hingga kini belum diketahui penyebabnya alias misterius. Sedangkan tiga kasus lainnya disebabkan suspek COVID-19 dan komplikasi karena kelainan fungsi organ.
"Perlu segera kita ketahui supaya tidak tambah lagi, apalagi mulai banyak di Indonesia. Saya kira angka 13 (kasus) itu tidak sedikit itu, angka yang besar," kata dia.
Menurut dia, kasus tersebut tidak dapat dianggap remeh, mengingat 13 anak tersebut tidak memiliki riwayat penyakit ginjal sebelumnya dan tidak dalam kondisi memiliki kelainan ginjal bawaan.
BACA JUGA: 6 Anak di Jogja Meninggal Dunia, Kenali Gejala Ginjal Akut
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie mengatakan dari seluruh kasus gagal ginjal akut secara umum memiliki gejala antara lain mengalami diare, mual, muntah, demam atau tanpa demam selama tiga sampai lima hari, batuk, pilek, serta volume urine yang semakin sedikit.
Apabila sejumlah gejala tersebut terjadi pada anak, ia meminta untuk segera memeriksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
"Ada gejala demam atau tidak ada demam, kemudian mual, muntah, diare, kemudian anak mengeluh kencingnya susah, air kencingnya kok berwarna keruh nah itu juga menjadi salah satu indikator. Kalau sudah seperti itu tidak usah ambil risiko, segera bawa ke fasyankes," kata dia.
Sementara itu, terkait imbauan Kementerian Kesehatan RI agar masyarakat untuk sementara tidak memberikan obat sirup yang mengandung parasetamol pada anak, Pembajun mengatakan jika hal tersebut memang imbauan dari pusat dan harus dilakukan secara bersama-sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Selasa 6 Oktober 2026 tersedia di Kalurahan Condongcatur. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Calvin Verdonk menyebut gelar FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi modal berharga Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Jadwal SIM Gunungkidul Selasa 6 Oktober 2026 di Balai Kalurahan Wiladeg. Selain layanan itu ada SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, SIM Keliling, dan layanan malam.
Prabowo menyerahkan urusan bonus Timnas Indonesia usai juara FIFA ASEAN Cup 2026 kepada PSSI dan memuji perjuangan skuad Garuda.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis tersedia enam kali sehari dengan tarif Rp12.000. Simak jadwal pergi dan pulang selengkapnya.