Ekonomi DIY Tumbuh 5,75% pada Triwulan II 2026, Tertinggi di Jawa
Ekonomi DIY tumbuh 5,75% pada triwulan II 2026, tertinggi di Pulau Jawa. BPS mengungkap sektor pendorong dan BI optimistis tren berlanjut.
Petugas merazia salah satu toko yang menjual miras di Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN - Satpol PP Sleman menggelar operasi minuman keras (miras) di sejumlah tempat usaha, Rabu (19/10/2022). Dari razia tersebut, petugas menemukan empat tempat usaha penjual miras yang tidak memenuhi syarat izin.
"Operasi menyasar empat usaha yang menjual minuman beralkohol tanpa memenuhi persyaratan perizinan yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," ucap Kepala Satpol PP Sleman Shavitri Nurmala, Kamis (20/10/2022).
Evie, sapaan akrabnya, mengatakan razia digelar dari jam 13.30 WIB sampai jam 17.25 WIB dengan melibatkan 25 personel Satpol PP Sleman dan dua personel dari Polresta Sleman.
Dari salah satu toko miras di Kapanewon Ngaglik yang dirazia karena tidak memenuhi syarat izin disita 46 botol miras sebagai barang bukti. Lalu penjual yang menjadi tersangka akan menjalani sidang Tindak Pidana Ringan pada Jumat (21/10/2022). "Sidang digelar Jumat [21/10/2022] di Pengadilan Negeri Sleman," ucap dia.
BACA JUGA: Wow! Ada Gebyar Batik Bertabur Diskon di Sleman
Toko miras kedua yang dirazia berlokasi di Kapanewon Depok. Di toko ini petugas menyita 67 botol miras sebagai barang bukti. Toko miras ketiga yang dirazia berada di Kapanewon Depok, dan terakhir di Kapanewon Mlati. Saat dirazia, kedua toko tersebut dalam kondisi tutup.
"Kegiatan ini sebagai tindak lanjut atas Surat Peringatan yang telah diberikan oleh Satpol PP kepada para pelaku usaha yang menjual minuman beralkohol tanpa memenuhi perizinan," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,75% pada triwulan II 2026, tertinggi di Pulau Jawa. BPS mengungkap sektor pendorong dan BI optimistis tren berlanjut.
Hari ketiga pencarian warga hilang di Hutan Pathuk Turi, Sleman, SAR gabungan menerjunkan delapan SRU dan tim vertikal.
Bapeten memastikan gempa NTT tidak memicu kenaikan paparan radiasi. Sebanyak 14 fasilitas radiasi berada di 8 kabupaten terdampak.
China mengonfirmasi sejumlah warganya luka akibat gempa M7,7 NTT. Pemerintah China mengaktifkan bantuan konsuler bagi korban terdampak.
Myanmar mengakui 308.975 pengungsi Rohingya di Bangladesh sebagai mantan penduduk Rakhine dan siap menerima mereka saat kondisi aman.
BNPB mencatat 54 orang meninggal akibat gempa M7,7 di Flores, NTT. Pendataan kerusakan dan korban luka masih terus dilakukan.