BNNP DIY Gandeng Budaya Jogja untuk Perangi Narkoba, Ini Strateginya
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kepala ORI DIY, Budhi Masthuri ditemui di SMAN 1 Wates, Kulonprogo, Rabu (12/10/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY ikut menangani kasus dugaan penyekapan dan intimidasi kepada Agung Purnomo, 41, seorang aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi wali murid salah satu siswa SMAN 1 Wates.
Kepala ORI DIY, Budhi Masthuri mengatakan dua pekan lalu tim ORI DIY sudah turun ke lapangan menemui beberapa pihak. Di antaranya pihak sekolah, Pj. Bupati Kulonprogo, dan OSIS. Lalu pekan lalu telah dilakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait yang diduga menyalahgunakan wewenang.
Khususnya kejadian di dalam ruangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dilaporkan terjadi intimidasi terhadap Agung Purnomo oleh aparat Satpol PP dan pihak sekolah. Akan tetapi saat dimintai keterangan oleh ORI DIY banyak yang mengatakan lupa dan tidak tahu.
"Jawaban-jawaban mereka relatif sama atau seirama antara satu dengan lainnya," kata Budhi kepada Harianjogja.com, Senin (24/10/2022).
Padahal menurutnya, pihak-pihak yang diduga menyalahgunakan wewenang ini memberikan keterangan di bawah sumpah. "Mereka memberi keterangan di bawah sumpah," lanjutnya.
Sementara polemik terkait seragam, Paguyuban Orangtua (POT) yang menjadi panitia pengadaan sudah dimediasi dengan Agung Purnomo dan lain-lain. Mereka bersepakat untuk menghentikan polemik soal penjualan seragam antar sesama orang tua siswa.
"Dan sepakat menelusuri kebenaran secara bersama-sama. Antara orang tua POT dan orang tua pelapor [hentikan polemik]. Kalau pelapor dengan Satpol PP dan sekolah masih proses penjajagan mediasi," jelasnya.
Lebih lanjut Budhi mengatakan, POT bersama dengan Agung dan kawan lainnya telah melakukan perbandingan harga seragam secara faktual. Hasilnya harga seragam di pasaran memang jauh lebih murah.
"Hasilnya harga dipasaran memang jauh lebih rendah," kata Budhi.
BACA JUGA: Korban Tragedi Kanjuruhan ke-135 Meninggal Karena Alami Trauma Signifikan
Sebelumnya, Konferensi Pers di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jogja, Senin (3/9/2022) Agung mengaku sekitar jam 14.00 WIB dia ditelepon aparat Satpol PP Kulonprogo untuk ke kantornya. "Teleponnya kira-kira begini: Pak Agung silakan ke kantor ke ruangan Kasatpol PP," ucapnya.
Agung langsung bergegas ke sana dari kantornya saat masih bekerja. "Saya seorang penyidik di dinas, saya datang kesana saya kira berkaitan dengan pekerjaan karena masih dalam jam kerja," ka Agung.
Sesampainya di ruangan Satpol PP, lanjut Agung, ada dua personel Satpol PP, tiga pihak sekolah, dua orang Paguyuban Orang tua (POT), dan satu orang Komite Sekolah.
"Total ada sembilan orang bersama saya di ruangan tersebut," ujar Agung. Seketika, Agung merasa dijebak. Lalu seorang dalam ruangan tersebut membuka obrolan dengan mempertanyakan motif Agung mengkritik pengadaan seragam sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Permintaan pisau kurban dan kapak sembelih di Kulonprogo melonjak hingga 100 persen menjelang Iduladha 2026.
9 WNI peserta flotilla Gaza ditangkap Israel. Kemlu RI bergerak cepat menempuh jalur diplomatik dan perlindungan kekonsuleran.
BPKAD Kota Jogja mengimbau warga membayar pajak daerah lewat virtual account agar lebih aman dan terhindar dari modus penipuan.