Ribuan Warga Padati Magelang Ethno Carnival 2026
Magelang Ethno Carnival 2026 diikuti 40 kontingen dan menjadi puncak Magelang Flower Festival dengan transaksi Rp250 juta-Rp300 juta per hari.
Kepala BBKB DIY Hendra Yetty. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBKB) mendorong penggunaan seragam batik utamanya di perkantoran dan sekolah. Selain untuk melestarikan batik sebagai kekayaan lokal, sekaligus memberikan ruang kepada para pelaku UMKM di bidang batik.
Kepala BBKB DIY Hendra Yetty menjelaskan batik menjadi salah satu kekayaan kearifan lokal yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Oleh karena itu daerah banyak yang mengembangkan batik lokal sesuai dengan potensinya. Bahkan di beberapa daerah seperti Kulonprogo sudah memiliki ciri khas motif batik tersendiri, beberapa desa di DIY juga sudah banyak memunculkan motif batik secara mandiri.
"Untuk produk batik lokal ini memang berdasarkan potensi lokal dan sumber daya yang dimiliki oleh daerah maka setiap daerah itu punya potensi dan peluang untuk mengembangkan sektor industri kerajinan dan batiknya," katanya di sela-sela seminar Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik (SNIKB) tahun 2022, Rabu (26/10/2022).
Ia mengatakan selain melakukan inovasi produk batik, pelaku UKM juga membutuhkan pasar. Oleh karena itu ia mendorong daerah memiliki kebijakan penggunaan seragam batik lokal terutama di perkantoran. Di beberapa daerah sudah ada yang menetapkan penggunaan batik untuk seragam sekolah pada hari tertentu. Penggunaan batik sebagai seragam ini mampu mendongkrak penjualan batik yang diproduksi pelaku UKM.
Baca juga: Ramai Soal Wacana Penghapusan PR Bagi Siswa, Bagaimana dengan DIY?
"Kalau untuk seragam sekolah mungkin belum semua ya karena sangat tergantung dengan kemampuan siswa. Tetapi yang paling kami dorong adalah perkantoran, di beberapa daerah sudah menggunakan anggaran untuk seragam khusus batik," ucapnya.
Kepala BSKJI Kemenperin Doddy Rahadi menambahkan sektor industri kerajinan dan batik telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional serta produknya diminati di pasar global. Kementerian Perindustrian mencatat, capaian ekspor batik pada 2021 mencapai 46,24 juta USD, pada semester pertama 2022 mencapai 27,42 juta USD. Di sektor kerajinan, kinerja ekspor mebel dan kerajinan sepanjang tahun 2021 tercatat 3,46 miliar USD atau naik 27,23 persen dari tahun sebelumnya.
"Kedua sektor ini selama ini bertumpu pada pemanfaatan bahan baku lokal, sehingga memiliki potensi yang besar untuk terus dikembangkan dengan menggandeng berbagai instansi, asosiasi, pelaku industri maupun praktisi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Magelang Ethno Carnival 2026 diikuti 40 kontingen dan menjadi puncak Magelang Flower Festival dengan transaksi Rp250 juta-Rp300 juta per hari.
Rosan Roeslani menargetkan laporan keuangan Danantara selesai November 2026 setelah proses konsolidasi lebih dari 1.000 perusahaan.
DPRD Kulonprogo meminta event wisata tetap digelar pada 2027. Dispar mencatat 12 agenda, termasuk Arung Progo Festival menuju PON 2028.
Iran mengklaim melumpuhkan drone MQ-9 AS dan mengamankan drone pengintai MQM-170 di sekitar Selat Hormuz.
Kemenhub mengintensifkan rampcheck bus dan truk serta pengawasan ETLE HUB untuk menekan risiko kecelakaan selama Nataru 2026/2027.
Polda Metro Jaya memburu bandar ganja inisial K yang masuk DPO setelah menggagalkan peredaran 44,1 kg ganja asal Sumatera Utara.