Dari Jogja, Tidar Siapkan Calon Pemimpin Muda untuk 2029
Tidar DIY memperkuat kaderisasi anak muda melalui Tunas 3 dan Musda untuk menyiapkan calon pemimpin serta menjaga persatuan di Jogja.
Jelang World Rabies Day, Mirjawal mengingatkan pentingnya mencuci luka dan segera ke fasilitas kesehatan setelah gigitan atau cakaran hewan. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Rabies masih menjadi ancaman serius yang menuntut tindakan cepat, terutama ketika seseorang digigit atau dicakar hewan yang berpotensi membawa virus tersebut. Menjelang World Rabies Day pada 28 September, Ketua PDHI Cabang Jawa Barat V sekaligus Calon Ketua Umum PB PDHI Mirjawal mengingatkan masyarakat agar mengenali perubahan perilaku hewan dan tidak menunda pertolongan medis.
Pesan tersebut disampaikan Mirjawal di sela-sela Vetnovex 2026, pameran dan rangkaian kegiatan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) yang berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM Jogja, pada 12–13 September 2026. Perusahaan yang dipimpin Mirjawal, PT Awal Semangat Karya Medika (ASK Medika), turut berpartisipasi dalam pameran tersebut.
Menurut Mirjawal, rabies menjadi gambaran bahwa kesehatan hewan dan manusia tidak dapat dipisahkan. Pengendaliannya membutuhkan keterhubungan dokter hewan, tenaga kesehatan, pemerintah, laboratorium, perguruan tinggi, organisasi profesi, komunitas, dan masyarakat.
“Ketika satu mata rantai tidak berfungsi, mulai dari vaksinasi, pelaporan kasus, diagnosis, hingga penanganan korban gigitan, akibatnya dapat sangat serius,” kata Mirjawal.
Rabies sebenarnya dapat dicegah. Namun, penyakit tersebut hampir selalu berakibat fatal setelah gejala klinis muncul sehingga penanganan setelah paparan menjadi hal yang tidak boleh ditunda.
Masyarakat perlu segera mencari pertolongan apabila mengalami gigitan atau cakaran anjing, kucing, monyet, maupun hewan lain yang berpotensi menularkan rabies. Pertolongan pertama dapat dilakukan dengan mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama sedikitnya 15 menit, kemudian memberikan antiseptik.
"Korban selanjutnya harus segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit untuk memperoleh penilaian medis serta vaksin antirabies atau penanganan lain sesuai indikasi tenaga kesehatan. Jangan menunggu luka terasa sakit atau muncul gejala. Segera cuci luka dan datang ke fasilitas kesehatan. Penanganan yang cepat dapat menyelamatkan nyawa,” ujar Dokter Hewan ini.
Selain tindakan terhadap korban, masyarakat juga perlu mengenali tanda-tanda pada hewan yang dicurigai terinfeksi rabies. Perubahan perilaku secara tiba-tiba dapat menjadi salah satu tanda, termasuk menjadi agresif tanpa sebab, mengeluarkan air liur berlebihan, sulit menelan, berjalan sempoyongan, hingga mengalami kelumpuhan.
Namun, tidak semua hewan terduga rabies menunjukkan perilaku agresif. Sebagian justru dapat menjadi sangat diam, bersembunyi, atau terlihat lemah.
Masyarakat diminta tidak menangkap ataupun menangani sendiri hewan yang dicurigai rabies. Anak-anak dan hewan lain perlu dijauhkan dari lokasi, kemudian laporan disampaikan kepada dinas yang membidangi kesehatan hewan atau petugas berwenang.
Kepastian mengenai rabies tetap membutuhkan pemeriksaan oleh petugas. Karena itu, perubahan perilaku hewan perlu direspons dengan pelaporan, bukan penanganan secara mandiri.
Mirjawal menilai World Rabies Day seharusnya tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat vaksinasi hewan penular rabies, edukasi masyarakat, surveilans, layanan kesehatan, serta sistem pelaporan yang cepat.
Sebagai langkah nyata, pada September 2026 PDHI Cabang Jawa Barat V menghadirkan program vaksinasi rabies gratis bagi masyarakat Bekasi. Informasi pelaksanaan program tersebut dapat dilihat melalui akun Instagram @pdhi.jabar5.
“Pengendalian rabies harus diwujudkan melalui tindakan yang langsung dirasakan masyarakat. Vaksinasi melindungi hewan sekaligus menjaga keluarga dan lingkungan di sekitarnya,” kata Mirjawal.
Menurutnya, pengendalian rabies juga membutuhkan pemanfaatan data secara terhubung. Data kasus gigitan, status vaksinasi hewan, hasil pemeriksaan laboratorium, dan kasus rabies pada manusia perlu dihubungkan agar tindakan dapat diarahkan lebih cepat ke wilayah yang paling berisiko.
Data tersebut, lanjut Mirjawal, harus berfungsi sebagai peta risiko, peringatan dini, sekaligus dasar pengambilan keputusan. Gagasan itu menjadi bagian dari visinya untuk menjadikan PDHI sebagai rumah profesi dan pusat ekosistem veteriner Indonesia.
Tantangannya adalah menghubungkan seluruh potensi agar dapat bergerak cepat sesuai fungsi masing-masing. Menurut Mirjawal, yang perlu dibangun bukan satu lembaga untuk menguasai semuanya, melainkan satu sistem yang mampu menghubungkan semuanya.
Keterhubungan lintas sektor tersebut juga dinilai diperlukan untuk menghadapi persoalan lain, termasuk penyakit zoonosis, karhutla, kesehatan satwa liar, keamanan pangan, perubahan lingkungan, dan sejenisnya. Berbagai persoalan tersebut memperlihatkan bahwa kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan tidak dapat dipisahkan.
Pengendalian rabies menjadi ujian nyata bagi ekosistem veteriner Indonesia. Pencegahannya tidak hanya bergantung pada penanganan korban setelah gigitan terjadi, tetapi juga membutuhkan vaksinasi, edukasi, pelaporan, surveilans, diagnosis, layanan kesehatan, dan kerja sama lintas sektor.
"Melalui edukasi, vaksinasi, pelaporan cepat, dan kolaborasi lintas sektor, kita dapat melindungi hewan sekaligus menyelamatkan manusia,” tutup Mirjawal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tidar DIY memperkuat kaderisasi anak muda melalui Tunas 3 dan Musda untuk menyiapkan calon pemimpin serta menjaga persatuan di Jogja.
Prabowo menyebut Indonesia kini mampu meningkatkan kontribusi terhadap ketahanan pangan dunia dan mendorong industrialisasi bersama negara BRICS.
Kelok 23 Kretek–Girijati mulai uji coba 14 September 2026. Simak jam operasional dan jenis kendaraan yang boleh melintas.
PKB DIY mulai menyiapkan mesin organisasi menuju Pemilu 2029 dengan memperkuat struktur, infrastruktur pemenangan, dan branding partai.
103 orang dievakuasi dari Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Laut Jawa. Sebanyak 140 orang masih dalam pencarian SAR.
Jelang World Rabies Day, Mirjawal mengingatkan pentingnya mencuci luka dan segera ke fasilitas kesehatan setelah gigitan atau cakaran hewan.