GAS Fest 2026 Hadirkan Panggung Lintas Genre, Dihadiri Ribuan Penonton
GAS Fest 2026 di Stadion Mandala Krida Jogja menghadirkan TIPE-X, Aftershine, Dipha Barus hingga Mentik Wangi dalam konser lintas genre.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Jumlah mahasiswa yang memanfaatkan layanan konseling meningkat, tidak hanya di fasilitas yang disediakan kampus. Peningkatan konseling juga terjadi pada layanan di puskesmas. Di Puskesmas Depok II, Sleman dalam satu hari melayani dua sampai tiga mahasiswa.
Psikolog Klinis Puskesmas Depok II, Swastika Ayu Normalasari mengatakan masalah yang dihadapi mahasiswa beragam, mulai dari beban kuliah, kekerasan di kampus fisik hingga seksual. Pelakunya ada yang teman sendiri bahkan dosen. Atas kekerasan yang dialami kampus, pelakunya biasanya tidak ditindaklanjuti.
"Ini perlu riset [kenapa mahasiswa rentan stres] mostly dalam satu tahun ini karena transisi pembelajaran online ke offline. Beberapa hal lain kurang dukungan keluarga, riwayat bullying, tuntutan akademis, sosial, hingga pasangan," ucapnya kepada Harianjogja.com ditemui di Puskesmas Depok II, Rabu (26/10/2022).
Mulanya yang banyak mengakses layanan ini adalah usia-usia menginjak quarter life crisis. Umumnya terjadi di usia 25 tahunan. Tapi kini mahasiswa semester satu sudah mengakses layanan konseling. Mereka di rentang usia 18-20 tahun.
"Bisa jadi karena aksesnya [mudah] jadi terdata orang semakin tahu layanan psikologi. Orang semakin banyak tahu, gak malu lagi datang ke psikolog," paparnya.
Di Puskesmas Depok II sendiri hanya ada satu psikolog, dalam sehari dia bisa melayani sampai belasan sesi, ada yang sesi panjang dan pendek. Karena melayani seorang diri kadang dia harus menutup antrean karena terlalu banyak.
"[masalah] lebih ke dirinya sendiri, insecure, terus pengelolaan emosinya. Kalau yang hanya butuh motivasi cukup satu sampai dua sesi, terapi bisa lima sampai enam kali, ada juga yang dua tahun," paparnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kemudahan akses dalam segala hal membuat mereka kurang terbiasa dengan proses. Jika mengerjakan sesuatu dan mendapatkan koreksi langsung merasa gagal.
"Kok gak bisa ya. Padahal proses berubah atau healing butuh waktu. Dengan biasa apa-apa serba cepat kemampuan mereka menunggu proses berkurang di sini," ucapnya.
Agar tidak mudah stres dia menyarankan untuk mengelola diri, mulai dari aktivitas hingga emosinya. Selain itu pola hidup sehat juga perlu dijaga. "Melihat sekarang banyak makanan yang gak sehat tapi fenomenal viral. Olahraga juga ngaruh kalau tubuh gak fit moodnya jelek," jelasnya.
Harianjogja.com mencoba datang ke Puskesmas Depok III yang lokasinya lebih dekat dengan kampus. Namun sayang tidak diizinkan untuk wawancara. Sementara puskesmas lain yang jaraknya tidak terlalu dekat dengan kampus juga menerima pasien mahasiswa, seperti di Puskesmas Mlati II.
Psikolog Klinis Puskesmas Mlati II, Berta Devi Aryani mengatakan ada sekitar 15-an mahasiswa yang mengakses layanan setiap tahunnya, dalam tiga tahun terakhir. Meningkat saat pandemi karena sebelum pandemi hanya sekitar lima orang saja.
"Ada mahasiswa yang mengakses layanan psikologi di Puskesmas, meskipun ada layanan konsultasi di kampusnya. Bahkan malah mahasiswa psikologi yang juga mengakses," jelasnya.
Meningkatnya akses pada layanan psikologi menurutnya bisa karena sudah banyak dibicarakan. Mungkin juga karena kondisi sekarang tantangan hidup lebih beragam, sehingga perlu kemampuan beradaptasi tinggi.
BACA JUGA: Mahasiswa Rentan Stres, Psikolog: Hidup yang Serba Mudah Jadi Penyebabnya
"Bisa jadi karena dulu layanan psikologi dan literasi tentang kesehatan mental belum terbuka seperti sekarang sehingga tidak banyak ditemukan data." "Isu yang dibawa toxic relationship, toxic parents, kegagalan, ketakutan dengan relasi sosial, dan insecure," lanjutnya.
Sebelumnya, peningkatan jumlah mahasiswa yang meminta layanan konseling juga terjadi di UGM. Kebanyakan mereka stres karena masalah akademik hingga kehidupan pribadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GAS Fest 2026 di Stadion Mandala Krida Jogja menghadirkan TIPE-X, Aftershine, Dipha Barus hingga Mentik Wangi dalam konser lintas genre.
Nasib F1 GP Malaysia 2026 akan diumumkan Minggu 26 Juli. Sepang jadi opsi cadangan jika GP Bahrain batal. Simak pernyataan PM Anwar Ibrahim.
Menutup aplikasi background justru bikin baterai HP boros. HP modern kelola RAM cerdas, tutup aplikasi hanya saat macet atau GPS aktif. Simak penjelasannya.
Aespa raih puncak tangga lagu Oricon dengan mini album Kiss N Tell. Lagu tema anime Kill Blue dan drama Love at First Bite juga dibawakan. Tur dunia siap.
Indonesia masuk 10 besar destinasi kuliner terbaik dunia 2026 versi Travel and Tour World. Yogyakarta menjadi salah satu kota kuliner unggulan bersama Jakarta,
Pemkab Bantul akan lebih selektif menentukan pengelola baru Kawasan Industri Piyungan setelah PT YIP didepak. Rekam jejak perusahaan menjadi perhatian utama.