Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Executive Vice President The AACSB International, Geoff Perry (kiri) dan Dekan FEB UGM, Didi Achjari (tengah) saat memberi keterangan pers, dalam Information Session bertajuk Establishing Continuous Improvement Strategies for Business Schools in Indonesia, di UGM, Rabu (9/11/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Empat perguruan tinggi di Indonesia termasuk Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM saat ini telah mendapatkan akreditasi dari lembaga akreditasi internasional khusus sekolah bisnis, The Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) dari Amerika Serikat.
Keempat perguruan tinggi tersebut adalah FEB UGM, Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung, Sekolah Bisnis BINUS, dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UI. Dengan demikian, keempat kampus ini sudah menjadi bagian dari 862 sekolah bisnis di dunia yang sudah terakreditasi AACSB International yang tersebar di 56 negara.
Executive Vice President The AACSB International, Geoff Perry, menjelaskan di Indonesia, UGM menjadi anggota pertama pada 2014 lalu. “Setelahnya ada ITB dan Binus. UI baru mendapatkan akreditasi seminggu yang lalu,” ujarnya dalam Information Session bertajuk Establishing Continuous Improvement Strategies for Business Schools in Indonesia di UGM, Rabu (9/11/2022).
Geoff Perry mengatakan tidak mudah untuk mendapatkan akreditasi dari lembaga AACSB. Ia menyebutkan UGM memerlukan waktu tujuh tahun untuk mendapatkan akreditasi pada 2014 lalu. Menurutnya, waktu pendaftaran hingga proses untuk mendapatkan akreditasi selama lima hingga tujuh tahun menjadi sesuatu hal yang wajar.
“Rata-rata sekolah bisnis di mana pun memerlukan waktu yang sama untuk mendapatkan akreditasi AACSB. Sekolah bisnis di Amerika, Eropa dan Asia Pasifik, mereka memerlukan proses perbaikan selama lima tahun terlebih dahulu dan dua tahun kemudian proses mendapatkan akreditasi,” katanya.
Dekan FEB UGM, Didi Achjari, mengatakan FEB UGM dan Lembaga AACSB menyelenggarakan forum dengan mengundang 34 pengelola sekolah bisnis di Indonesia. Dari forum tersebut, pengelola sekolah bisnis satu sama lain bisa berdiskusi dan bertukar pengalaman dalam usaha mendapatkan akreditasi.
“Proses akreditasi tidak hanya sebatas pemberian sertifikat, namun ada peningkatan mutu dari berbagai bidang. Bayangkan, kami butuh tujuh tahun untuk mendapatkan yang pertama di Indonesia, mulai dari mendaftar, lalu jadi anggota, selanjutnya dinyatakan berhak mendapatkan akreditasi dan diakreditasi,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo temukan kandang ayam dan pendangkalan di Sungai Code. Pemkot siapkan normalisasi dan wisata arung jeram.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.
Sindikat penipuan online modus asmara dan kripto palsu di Jateng raup Rp41 miliar. Polisi tetapkan 38 tersangka, 133 korban.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.