KPK Ungkap Dugaan Dana DSP BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar
KPK menduga dana pengadaan BNPB yang bersumber dari DSP mengalir ke perusahaan terafiliasi Bima Setiawan dan digunakan membeli saham senilai Rp30,98 miliar.
Penumpang turun dari Trans Jogja rute Malioboro-Palbapang./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL — Seminggu beroperasi, Trans Jogja rute Malioboro-Palbapang diklaim bersinggungan dengan bus lain dengan rute yang hampir sama.
Hal itu diakui oleh Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Prasarana Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Suyamto. Dia mengatakan Trans Jogja rute Malioboro-Palbapang dianggap merebut penumpang bus yang ada sekarang karena rutenya hampir sama yaitu Palbapang ke Pojok Beteng.
"Tetapi kami meyakinkan bahwa penumpang bus itu dan Trans Jogja itu beda. Penumpang Trans Jogja lebih sering anak-anak sekolah, wisatawan, dan pegawai. Sementara bus lainnya itu lebih banyak penumpang pedagang,” kata Suyamto, Kamis (10/11/2022).
Suyamto menegaskan bahwa Trans Jogja tidak akan mengambil penumpang secara sembarangan. Trans Jogja hanya akan mengambil penumpang yang berdiri area perhentian bus milik Trans Jogja.
BACA JUGA: Dewan Desak Pemkab Bantul Segera Perbaiki 15 Sekolah Terancam Ambruk
Dia mengatakan pemerintah telah membangun dan memberikan informasi terkait dengan titik perhentian bus secara jelas. Titik tersebut masing-masing ada di Terminal Palbapang, SMA 1 Bantul, Polres Bantul, eks Stasiun Bantul, Pasar Bantul, BRI Pasar Bantul, SMP 2 Bantul, Kantor Kesbangpol Bantul, sentra kuliner sekitar Pasar Niten, simpang empat Kasongan, dan sisi selatan Dongkelan.
“Titik itu dimulai dari selatan ke utara. Sedangkan yang dari utara ke selatan tidak jauh berbeda. Nah perhentian bus tersebut ada di luar titik milik perhentian bus non-Trans Jogja,” katanya.
Meski begitu, dia tak menampik ada persoalan untuk tempat pemberhentian bus Trans Jogja dari arah utara ke selatan yang berada di dekat simpang empat Kasongan.
Pasalnya, tiang pemberhentian bus Trans Jogja yang dipasang ternyata ternyata merupakan area pemberhentian bus non-Trans Jogja.
“Solusinya, itu nanti kami pindah. Sebelumnya kan mau saya tempatkan di utara simpang empat, tetapi nanti malah bikin macet. Kami akan bahas hal tersebut dengan pengusaha pemilik bus yang bersangkutan. Kalau mereka minta titik tersebut diletakkan di utara ya kami taruh di sana,” ucapnya.
Suyamto juga mendapat keluhan bahwa ketika Car Free Day di depan Pasar Bantul pada Minggu lalu, hanya Trans Jogja yang boleh melintas sedangkan bus lainnya tak boleh. "Akhirnya, Trans Jogja juga tak kami izinkan lewat di kawasan tersebut [saat Car Free Day]," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menduga dana pengadaan BNPB yang bersumber dari DSP mengalir ke perusahaan terafiliasi Bima Setiawan dan digunakan membeli saham senilai Rp30,98 miliar.
DLH Gunungkidul menghentikan program pakan monyet ekor panjang pada 2027 karena dinilai tak efektif mencegah konflik dengan warga.
DJP mencatat 5.600 wajib pajak masuk cakupan pajak minimum global dengan tarif 15%. Pemerintah menghadapi tantangan penerimaan dan daya saing investasi.
BGN menginvestigasi dugaan penganiayaan di KPPG Bogor dan menyiapkan sidang etik kepegawaian terhadap terduga pelaku berinisial GD.
Generasi muda Gunungkidul diajak peduli kesehatan jiwa melalui Ruang Cerita Orang Muda. Pemkab juga menggandeng 11 mahasiswa UGM untuk layanan konseling.
Protes biaya hidup di Prancis pada 17 Oktober 2026 dilaporkan berujung kerusuhan. Sekitar 1.200 orang ditangkap menurut naskah sumber.