Maju Pilur Gunungkidul, 6 Pamong Wajib Mundur Jika Lolos
Enam pamong kalurahan ikut Pilur Gunungkidul 2026. Mereka wajib mundur dari jabatan jika ditetapkan sebagai calon lurah pada 8 September.
Foto ilustrasi. / ANTARA FOTO-Aswaddy Hamid
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Pemkab Gunungkidul serius mencegah terjadinya krisis pangan.
BACA JUGA : Pemkab Gunungkidul Pantau Kondisi Tanaman Pangan
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggalakkan kembali program ketahanan pangan keluarga dengan melakukan penanaman di sekitar rumah.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Setda Gunungkidul, Siti Isnaini Dekoningrum Nur Handayani mengatakan, ancaman resesi tidak hanya berdampak pada masalah ekonomi, tapi diprediksi juga berpengaruh terhadap keberadaan pangan.
Sejumlah sumber mengatakan adanya potensi krisis pangan sehingga harus dilakukan antisipasi agar tidak sampai terjadi di Gunungkidul.
Menurut dia, pemkab sudah menyiapkan beberapa langkah strategis guna menangkal terjadinya krisis pangan. Salah satunya adalah menggalakkan program ketahanan pangan di masyarakat.
“Pak Bupati sudah membuat instruksi terkait dengan program ini,” kata Isnaini, Minggu (13/11/2022).
Ia mengatakan, instruksi yang dibuat meminta kepada Dinas Pertanian dan Pangan untuk menggiatkan kembali program ketahanan pangan masyarakat melalui keluarga.
Tujuannya agar masyarakat memanfaatkan tanah kosong di sekitar pekarangan rumah untuk ditanami berbagai tanaman pangan maupun hortikultura.
Selain itu, tanah kosong juga bisa dimanfaatkan untuk beternak ayam, lele dan lain sebagainya. Diharapkan dengan penanaman ini bisa menjadi lumbung pangan sehingga semua kebutuhan bisa dicukupi secara mandiri.
“Kan perkarangannya masih luas-luas bisa dimanfaatkan untuk ketahanan pangan. Jadi, jika membutuhkan tinggal petik sehingga dapat menghemat anggaran,” katanya.
Untuk memperkuat ketahanan pangan sangat dibutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Isnaini berharap masyarakat bisa ikut berperan sehingga krisis pangan tidak terjadi di Gunungkidul.
“Harus ada antisipasi. Jadi, mari bersama memanfaatkan perkarangan di sekitar rumah untuk memperkuat ketahanan pangan,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, siap untuk memperkuat ketahanan pangan di masyarakat. Menurutnya, upaya ini sudah dilakukan dengan berbagai program mulai dari kawasan rumah pangan pangan lesatari, lumbung mataraman hingga pemanfaatan lahan perkarangan.
“Terus berjalan dan akan terus kami galakkan untuk memperkuat ketahanan pangan di masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam pamong kalurahan ikut Pilur Gunungkidul 2026. Mereka wajib mundur dari jabatan jika ditetapkan sebagai calon lurah pada 8 September.
DPRD Kota Jogja menyoroti data desil bansos yang dinilai tak tepat sasaran dan meminta pemutakhiran data serta antisipasi bantuan melalui APBD.
Sebanyak 11 pasangan menikah di atas tangki air. Sebanyak 25 tangki didonasikan untuk warga terdampak kekeringan di DIY.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Kuota LPG 3 kg 2026 diprediksi jebol. Hiswana Migas DIY mendorong subsidi tepat sasaran agar pasokan gas melon tetap aman.
Gunung Awu didominasi gempa vulkanik dangkal dan masih di atas normal. Masyarakat diminta tak beraktivitas dalam radius 3 km.