IKN Teken KPBU Rp2,629 Triliun untuk Bangun 8 Tower ASN
Otorita IKN menandatangani KPBU Rp2,629 triliun untuk membangun delapan tower hunian ASN. Konstruksi dimulai Februari 2027.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL — Sempat viral lantaran mengunggah video dirinya yang mendaku menjadi korban kejahatan jalanan, RK, pemuda asal Sanden, Bantul justru berurusan dengan polisi.
Pasalnya, alih-alih menjadi korban kejahatan jalanan, saat diperiksa polisi, RK mengakui bahwa ternyata luka yang ia alami lantaran terkena arit dan pecahan kaca sewaktu dia bertengkar dengan kekasihnya.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana mengatakan video pengakuan RK yang viral tersebut awalnya disebarkan oleh S, 34, dan AN, 38, warga Sanden melalui grup Whatsapp.
“S dan AN yang menulis narasi di grup Whatsapp bahwa RK telah menjadi korban kejahatan jalanan di Jalan Samas-Parangtritis, tepatnya di sebelah timur Jembatan Merah Srigading, Sanden, Bantul,” kata Jeffry, Sabtu, (26/11/2022) malam.
BACA JUGA: Warga Kulonprogo Tertangkap Basah Curi Baterai PLTS Pantai Goa Cemara
Setelah video itu viral, Unit Reskrim Polsek Sanden pun segera mengecek lokasi kejadian serta meminta keterangan sejumlah saksi di sana.
Sayangnya, polisi tak berhasil menemukan seorang pun saksi yang mendengar atau pun melihat ada kejadian kekerasan jalanan di lokasi tersebut.
Curiga dengan kebenaran video unggahan tersebut, polisi lantas memeriksa korban serta dua orang penyebar berita tersebut. Setelah diinterogasi, akhirnya RK mengakui dirinya telah berbohong.
"Akhirnya yang bersangkutan [RK] mengakui bahwa cerita tersebut bohong. Kejadian sebenarnya adalah bahwa luka pada tangan kanannya itu karena terkena arit saat mencari rumput dan terkena pecahan kaca karena bertengkar dengan pacarnya,” katanya.
Kepada polisi, kata Jeffry, salah satu penyebar berita hoaks tersebut, AN, berkilah bahwa dia menyebarkan hoaks itu dengan alasan untuk memberi peringatan agar selalu waspada.
Jeffry menegaskan bahwa pelaku penyebar hoaks dapat dijerat dengan Undang-Undang No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
“Ancaman hukumannya juga tidak main-main, ancaman pidana paling lama enam tahun atau denda paling banyak sebesar Rp1 miliar,” ucapnya.
Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otorita IKN menandatangani KPBU Rp2,629 triliun untuk membangun delapan tower hunian ASN. Konstruksi dimulai Februari 2027.
FIJ 2026 menghadirkan pameran inovasi, seminar, diskusi, dan layanan publik. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, ko
Borneo FC menang 2-0 atas Yangon United di AFC Challenge League 2026/2027. Hasil ini disebut mendongkrak ranking Liga Indonesia di Asia.
Daftar harga BBM Pertamina, Shell, dan BP per 19 Oktober 2026. Cek harga Pertalite, Pertamax, Shell V-Power Diesel, dan BBM BP.
iPhone Duo belum memiliki jadwal penjualan resmi di Indonesia. Simak prediksi harga, spesifikasi layar lipat, kamera, baterai, dan konektivitasnya.
Gelombang demonstrasi di Eropa melibatkan pelajar, pekerja, dan masyarakat. Simak tuntutan aksi protes di enam negara.