ARSIP MENYAPA: Merawat Memori Kolektif Melalui Arsip
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Suasana latihan pementasan Mahasyahdu Titi Laku yang dilakukan langsung di situs Warungboto, Selasa (29/11/2022)./Harian Jogja-Triyo Handoko
Harianjogja.com, JOGJA — Situs Warungboto yang berada di Kemantren Umbulharjo, Jogja, bakal menjadi lokasi pementasan karya eksperimentasi seni tari dari koreografer asal ISI Jogja, Uti Setyastuti, Senin (5/12/2022).
Bertajuk Mahasyahdu Titi Laku, pementasan tersebut hendak menawarkan diskursus pengalaman tubuh perempuan yang dapat beradaptasi dengan ruang yang ada.
Situs Warungboto difungsikan sebagai ruang tersebut yang kekhasan bentuknya dapat ditampilkan dan disesuaikan sesuai interpretasi perempuan.
Koreografer pementasan, Uti Setyastuti mengakui bahwa pemilihan Warungboto dilakukannya sendiri. “Banyak orang belum tahu Warungboto, kalau Tamansari semuanya pasti tahu, selain itu bentuk Warungboto juga khas,” jelasnya, Selasa (29/11/2022).
Uti yang juga dosen seni tari di ISI Jogja ini menyebut pementasan eksperimentasinya dimaksudkan untuk menambah khazanah pementasan tari di Jogja.
“Pentas tari di Warungboto ini sepertinya jadi yang pertama kali, capaian yang kami kerjakan dari pementasan ini menambah referensi dan memberikan interpretasi kami atas Warungboto,” katanya.
Dalam pentas eksperimentasi seni tari itu, ada sembilan penari laki-laki dan sembilan penari perempuan yang bakal terlibat. Penyesuaian pementasan pada situs Warungboto, jelas Uti, dilakukan semaksimal mungkin.
“Nanti tidak ada kursi, tenda, dan lainnya, jadi kami juga berharap penonton juga berpartisipasi dalam menyesuaikan ruang ini. Konsep tersebut bagian dari pementasan ini. Sementara untuk mengantisipasi hujan, panitia menyediakan jas hujan,” ucap Uti.
Tak cuma lokasi dan koreografi, waktu pementasan juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi Uti. “Kami sengaja pilih Senin dan jam 15.00 WIB juga bagian dari konsep, biasanya pementasan itu di akhir pekan dan malam, ini di hari kerja dan sore, eksperimentasi ini juga akan menjawab bagaimana respon penonton terhadap pementasan tersebut,” ujarnya.
Interpretasi atas pengalaman tubuh perempuan, lanjut Uti, jadi fokusnya dalam pementasan. “Perempuan kerap kali ditafsir dari satu dimensi saja, tidak pernah utuh. Banyak yang diabaikan, luput dari pengamatan. Padahal setiap diri perempuan memiliki hasrat, imaji, dan pandangan yang berbeda antara satu dengan lainnya,” kata dia.
Melalui pementasan ini, Uti ingin memberikan interpretasi tersebut. “Sebuah ruang memiliki sekian ragam peristiwa. Seperti halnya perempuan yang mempunyai berbagai macam peristiwa dalam kehidupannya. Saling silang dan kait kelindan antara peristiwa-peristiwa tersebut memperkaya perspektif diri perempuan. Diri perempuan pun menjadi ruang bebas, yang terbuka akan interpretasi di setiap era,” tegasnya.
Pementasan Mahasyahdu Titi Laku sendiri didukung oleh Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
BACA JUGA: UMK Jogja 2023 Diumumkan 6 Desember
Kepala TBY Purwiati menjelaskan dukungan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah atas seni eksperimentasi. “Sebelum pandemi kami rutin memberikan dukungan pada pementasan eksperimentasi, sejak pandemi agak berkurang karena pembatasan, ini kami dukung seni tari karena sebelumnya sudah eksperimentasi seni musik,” ucap dia, Rabu (16/11/2022).
Purwiati menyebut ruang pementasan eksperimentasi masih sedikit dibanding pementasa lainnya. “Untuk itu TBY mendukung pementasan ini agar memperbanyak ruang seniman eksperimental dalam berkarya,” katanya.
Eksperimental dalam ekosistem seni, jelas Purwiati, dibutuhkan dan penting untuk mendukung daya cipta kreasi seni terus meningkat dan tidak berhenti pada titik tertentu. “Capaian seni eksperimentasi itu untuk menggugat seni-seni yang sudah mapan supaya terus bergerak,” ujarnya.
Pemanfaatan situs Warungboto, lanjut Purwiati, dalam pementasan tersebut sangat didukungnya. “Ini bagus karena bisa meningkatkan kunjungan situs itu juga, tafsir atas situs Warungboto melalui pementasan juga akan menambah khasanah yang ada, jadi sangat penting pementasan ini,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
WhatsApp menyiapkan fitur greeting message agar anggota baru grup lebih cepat memahami aturan dan suasana percakapan.
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.