Motif Istri Gorok Suami di Bantul Terkuak, Dipicu Hubungan Terlarang
Polisi ungkap motif istri gorok suami di Parangtritis, Bantul. Dugaan perselingkuhan dan cekcok rumah tangga memicu aksi nekat tersebut.
Salah satu pedagang menjajakan dagangan di Pasar Sleman, Rabu (7/9/2022)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja tidak lagi menyelenggarakan operasi pasar untuk mengintervensi harga sejumlah kebutuhan pokok yang cenderung naik menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dinilai masih wajar, mengingat permintaan yang tinggi.
BACA JUGA: Gandeng Disperindag DIY, Disdag Kota Jogja akan Gelar Operasi Pasar
Kepala Disdag Kota Jogja Ambar Ismuwardani mengatakan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, kenaikan harga bahan pokok masih dalam taraf yang stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini dinilai wajar mengingat permintaan kebutuhan pokok yang meningkat sehingga berdampak pada kenaikan harga.
Rencana operasi pasar sebagai upaya pengendalian harga dinilai belum terlalu mendesak karena rata-rata kenaikan harga pangan masih dalam tren yang masih dapat dijangkau oleh masyarakat. Di sisi lain, penyelenggaraan operasi pasar disebut Ambar juga sudah dilakukan saat memasuki bulan Desember ini yang bekerja sama dengan Pemda DIY.
"Mau tidak mau akhir tahun memang biasa ada kenaikan. Telur dan cabai juga sudah mulai naik, dinamika itu kan masih terjadi di akhir tahun namun tugas kita itu adalah menjaga ketersediaannya optimal di lapangan, kita juga sudah pantau di pasar tradisional untuk melihat bagaimana trennya di akhir tahun ini, masih tergolong cukup stabil," kata Ambar, Minggu (18/12/2022).
Berdasarkan data di Disdag Kota Jogja pada akhir pekan lalu harga sejumlah bahan kebutuhan pokok masih tergolong stabil dengan harga beras yang dijual pada kisaran Rp11.000 hingga Rp11.500 per kg, cabai rawit merah Rp40.000 per kg, daging ayam Rp34.000 per kg, daging sapi Rp135.000 per kg, minyak goreng kemasan Rp19.000 per liter, dan telur ayam Rp29.000 per kg.
Sementara berdasarkan stok bahan pangan pokok dari Sistem Informasi Cadangan Pangan DIY per 12 Desember lalu tercatat masih tersedia sebanyak 210.092 kg bahan pangan yang terdiri dari gabah kering, beras, kedelai, ubi, jagung dan kacang-kacangan. Dari jumlah itu stok di Kota Jogja ada sebanyak 77.110 kg.
Menurut Ambar, yang paling penting di masa akhir tahun ini adalah menjamin ketersediaan dari sisi stok dan jumlah bahan pangan optimal serta terdistribusi dengan maksimal di lapangan. Dinas juga memastikan stok bahan pangan relatif aman untuk masyarakat Jogja serta untuk melayani kebutuhan para wisatawan di masa libur akhir tahun nanti.
"Kita pastikan ketersediaannya masih aman. Kalau sayur kan memang musiman ya, kalau musim hujan memang otomatis gampang busuk. Harapan kami juga ya masyarakat belajar untuk memodifikasi bahan panganan, maksudnya ketersediaan yang lain masih ada dan bisa dijadikan alternatif untuk dikonsumsi," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi ungkap motif istri gorok suami di Parangtritis, Bantul. Dugaan perselingkuhan dan cekcok rumah tangga memicu aksi nekat tersebut.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.