Jadwal KA Bandara YIA Jumat 18 September 2026, Ada 24 Perjalanan
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 18 September 2026 melayani 24 perjalanan rute Stasiun Tugu-YIA PP. Cek jam keberangkatan dan waktu tempuhnya.
foto ilustrasi (JIBI/Solopos)
Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah penderita diare di wilayah DIY pada 2022 meningkat secara signifikan dibandingkan pada 2021 silam. Jika pada 2021 jumlah kasus berada di angka 14.711 kasus, sedangkan pada 2022 rentang Januari-November tercatat 19.884 kasus.
Peningkatan kasus diare di DIY terjadi hampir di semua kabupaten dan kota, hanya Gunungkidul saja yang terjadi penurunan. Di Sleman misalnya jika 2021 hanya 893 kasus diare, namun pada 2022 meningkat jadi 2.870 kasus. Di Kota Jogja pada 2021 hanya 3.606 kasus meningkat menjadi 4.621 penderita kasus di 2022.
BACA JUGA : Diare dan Disentri Jadi Ancaman Saat Kemarau
Adapun di Kulonprogo dari sebelumnya 2.109 kasus di 2021, naik menjadi 2.997 kasus di 2022 dan Bantul pada 2021 di angka 4.400 kasus kemudian naik menjadi 5.751 kasus pada 2022. Khusus untuk Gunungkidul terjadi penurunan, jika pada 2021 di angka 3.763 kasus menurun di 2022 tercatat hingga November di angka 3.645 kasus.
Kabid Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY Setyarini Hestu Lestari membenarkan jika terjadi peningkatan kasus diare di 2022 ini dibandingkan pada 2021 silam. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan kasus diare di wilayah DIY. Salah satunya berkaitan dengan air yang kurang bersih hingga sanitasi yang buruk.
“Diare ini disebabkan karena banyak hal, tetapi yang paling sering berkaitan dengan air dan sanitasi. Bisa disebabkan karena air kurang bersih atau sanitasi yang kurang bagus. Airnya terbatas, sehingga tidak melakukan cuci tangan secara rutin,” katanya, Senin (19/12/2022).
BACA JUGA : Kecamatan Gamping Paling Rawan Diare, Apa Sebabnya?
Kondisi sanitasi yang buruk dan tidak diimbangi dengan kebiasaan cuci tangan secara rutin maka berpotensi virus maupun bakteri masuk ke mulut. Akibatnya menimbulkan diare pada seseorang tersebut.
“[Diare] Ini bisa terjadi pada orang tidak melakukan cuci tangan secara rutin. Terutama Ketika sanitasi lingkungan sekitarnya kurang bersih. Maka cuci tangan menjadi sangat penting, ada penelitian yang menyatakan apabila tidak cuci tangan, kita bisa terkena diare 25 kali, itu ada penelitian,” ucapnya.
Hestu mengatakan wilayah yang cenderung rawan warganya terkena diare berada di Kawasan basah dan rawan banjir. Karena di Kawasan banjir tersebut seringkali berdampak pada buruknya sanitasi lingkungan.
BACA JUGA : Minum Oralit Saat Diare Justru Makin Parah
“Sehingga kami mengimbau kepada seluruh warga DIY agar selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat, selain itu agar secara rutin melakukan cuci tangan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 18 September 2026 melayani 24 perjalanan rute Stasiun Tugu-YIA PP. Cek jam keberangkatan dan waktu tempuhnya.
Nama anak pertama Lady Gaga dan Michael Polansky terungkap. Bayi bernama Rose Bean Polansky lahir di Los Angeles pada 9 Juni 2026.
Kuasa hukum korban dugaan pemerkosaan eks santriwati di Sleman meminta perlindungan korban dan menyoroti tanggung jawab lembaga pendidikan.
Rosé BLACKPINK mengklarifikasi foto viral saat memegang iPhone 18 Pro. Ia mengungkap bagian foto yang diedit, termasuk posisi jari dan sidik jari di layar.
Marc Marquez menjadi yang tercepat di FP2 MotoGP Austria 2026 dengan waktu 1 menit 29,663 detik. Jorge Martin dan Pedro Acosta melengkapi tiga besar.
Jule dikabarkan ditangkap terkait vape etomidate. Unggahan terakhirnya menjadi sorotan, sementara sejumlah isu kehidupan pribadinya kembali dibicarakan.