Pasar Burung Singosaren Tambah Pasaran Paing, Ini Alasannya
Pasar Burung Singosaren Bantul menambah pasaran Paing sejak September 2026 untuk memberi ruang transaksi lebih banyak bagi pedagang dan penghobi.
Dirut Taru Martani Nur Akhmad Affandi/Harian Jogja-Holy Kartika N.S.
Harianjogja.com, JOGJA— Perusahaan Daerah Taru Martani meyakini kenaikan tarif cukai tembakau yang rencananya diberlakukan pada tahun depan akan menuai untung bagi pabrik tembakau pelat merah milik Pemda DIY itu. Kenaikan cukai tembakau dengan rata-rata 10 persen untuk golongan sigaret kretek mesin (SKM), sigaret putih mesin (SPM) dan sigaret kretek pangan (SKP) disinyalir membuat konsumen dari segmen tersebut beralih ke produk cerutu yang jadi fokus perusahaan itu sejak 1918.
Direktur Utama Taru Martani Nur Achmad Affandi menjelaskan, kenaikan tarif cukai tembakau yang ditetapkan pemerintah pusat diklaimnya tidak terlalu berdampak signifikan lantaran produksi yang dijalankan perusahaan itu berbeda. Taru Martani dikenal sebagai produsen tembakau cerutu yang segmen pasarnya berbasis ekspor. Dengan adanya kenaikan tarif cukai tembakau, hal itu malah jadi peluang untuk memperluas segmen pasar di dalam negeri.
"Tembakau semacam cerutu sepertinya tidak terdampak ya, karena kebetulan pasar kami ekspor dan untuk keperluan ekspor itu tidak ada cukai jadi secara bisnis kenaikan cukai malah peluang bagi industri kami," katanya, Selasa (20/12/2022).
Dia mengklaim dengan memperhatikan kondisi penjualan dan pertumbuhan segmen pasar baru dalam beberapa tahun terakhir, kenaikan cukai tembakau yang sudah kesekian kalinya ini justru berdampak moncer pada Taru Martani. Pertumbuhan penjualan produk yang menyasar segmen lokal atau dalam negeri menunjukkan kondisi yang cukup bagus lantaran konsumen beralih ke produk cerutu kecil.
BACA JUGA: Puluhan Rumah di Sedayu Bantul Terdampak Tol Jogja YIA
"Ini kan sudah yang beberapa kali ya kenaikan cukai tembakau, kami justru mendapat berkah. Karena rata-rata penikmat rokok yang cukainya naik itu beralih ke cerutu, kebetulan kita ada produk yang kecil ya untuk pasar lokal," ungkapnya.
Di sisi lain kapasitas dan jumlah produksi per tahun di perusahaan itu juga meningkat sejak empat tahun terakhir. Sekarang Taru Martani mampu menghasilkan produk tembakau sebanyak 260 ton tembakau kering per tahunnya dibandingkan empat tahun lalu yang hanya menghasilkan sebanyak 54 ton per tahun. "Jadi naiknya sekarang ini bisa 342 persen dari empat tahun lalu," jelasnya.
Rata-rata produk tembakau cerutu tersebut dijual ke sejumlah negara meliputi Jerman, Swiss, Belanda, Amerika dan beberapa negara lain di Asia Timur. Sebagian lagi ada yang menyasar konsumen lokal dengan kelas cerutu yang berbeda. "Untuk yang pasar ekspor kita memang main di cerutu premium, sekarang kita sudah ada 21 produk dengan berbagai macam varian," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar Burung Singosaren Bantul menambah pasaran Paing sejak September 2026 untuk memberi ruang transaksi lebih banyak bagi pedagang dan penghobi.
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten
Polres Wonosobo menggelar patroli skala besar pada malam libur untuk mengantisipasi balap liar dan berbagai potensi gangguan kamtibmas.