Kasus Gagal Ginjal Sleman Tembus Ribuan, Usia Produktif Dominan
Kasus gagal ginjal di Sleman sepanjang 2025 didominasi usia produktif. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pengendalian hipertensi.
Kondisi jalan di Desa Wisata Srikeminut pascaambles./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL — Jalan sepanjang 50 meter di Desa Wisata Srikeminut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri ambles lagi hingga 1,5 meter.
Padahal, jalan tersebut baru saja selesai diperbaiki dan akan diserahterimakan dari kontraktor pembangunan ke Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul.
Kepala DPUKP Bantul, Aris Suharyanta mengaku telah mengetahui kejadian tersebut dan telah meninjau pada pekan lalu. “Ternyata, jauh di bawah jalan itu ada air mengalir dari utara ke selatan masuk ke sungai. Sehingga kemarin kami putuskan untuk membuat kajian dengan mendatangkan tim ahli dari UGM. Selasa besok [3/1/2023] kami baru bertemu dengan UGM,” kata Aris Sabtu (31/12/2022).
Aris mengakui bahwa jalan tersebut sudah tiga kali diperbaiki namun tidak lebih dari seminggu setelah perbaikan selalu muncul masalah. “Sebelumnya, itu juga gitu, tiga kali diperbaiki selalu ambles. Tapi, kali ini yang paling dalam amblesnya sampai sekitar 1,5 meter,” katanya.
BACA JUGA: Baru Saja Rampung Diperbaiki, Jalan Di Srikeminut Ambles Lagi, Ada Apa?
Pada Rabu (28/12/2022), kata Aris, ketika pihaknya mendapat laporan kejadian jalan ambles tersebut, mereka kemudian datang ke tempat kejadian sehari setelah kejadian.
“Ketika kami datang, amblesnya baru sekitar 30 sentimeter. Nah, pas Jumat [30/12/2022], amblesnya bertambah jadi satu meter dan ini tadi [Sabtu] sudah 1,5 meteran lah. Jadi kemarin kami cek di tebing sisi Selatan. Ternyata bawahnya juga ada empat mata air keluar dari situ dan sangat deras. Mengalir jauh di bawah jalan,” ucapnya.
Lebih jauh, Aris menjelaskan bahwa sawah di sisi utara jalan tersebut, menurut pemilik sawah, ketika kemarau tanahnya akan mengering dan retak-retak. Namun, ketika digali hingga kedalaman satu meter, tanah tersebut justru basah dan banyak air di bawah.
“Air tersebut ternyata dari tebing sebelah utara lalu langsung turun ke bawah [di kedalaman 1 meter]. Jadi kami kesulitan untuk memperbaiki ulang. Karena itu kami mengajak UGM untuk cek di lokasi dan meminta hasil kajian mereka. Sehingga kami tahu harus membangunnya seperti apa,” lanjutnya.
Tegas Ari, nantinya, DPUPKP akan mengajukan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memperbaiki jalan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus gagal ginjal di Sleman sepanjang 2025 didominasi usia produktif. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pengendalian hipertensi.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.