Pemotongan Hewan Kurban di Sleman Anjlok 73 Persen pada 2026
Pemotongan hewan kurban di RPH Mancasan dan Kentungan Sleman turun 24,6 persen pada Iduladha 2026. Penurunan terbesar terjadi pada domba yang anjlok hingga 73,3
Kondisi jalan di Desa Wisata Srikeminut pascaambles./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL — Jalan sepanjang 50 meter di Desa Wisata Srikeminut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri ambles lagi hingga 1,5 meter.
Padahal, jalan tersebut baru saja selesai diperbaiki dan akan diserahterimakan dari kontraktor pembangunan ke Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul.
Kepala DPUKP Bantul, Aris Suharyanta mengaku telah mengetahui kejadian tersebut dan telah meninjau pada pekan lalu. “Ternyata, jauh di bawah jalan itu ada air mengalir dari utara ke selatan masuk ke sungai. Sehingga kemarin kami putuskan untuk membuat kajian dengan mendatangkan tim ahli dari UGM. Selasa besok [3/1/2023] kami baru bertemu dengan UGM,” kata Aris Sabtu (31/12/2022).
Aris mengakui bahwa jalan tersebut sudah tiga kali diperbaiki namun tidak lebih dari seminggu setelah perbaikan selalu muncul masalah. “Sebelumnya, itu juga gitu, tiga kali diperbaiki selalu ambles. Tapi, kali ini yang paling dalam amblesnya sampai sekitar 1,5 meter,” katanya.
BACA JUGA: Baru Saja Rampung Diperbaiki, Jalan Di Srikeminut Ambles Lagi, Ada Apa?
Pada Rabu (28/12/2022), kata Aris, ketika pihaknya mendapat laporan kejadian jalan ambles tersebut, mereka kemudian datang ke tempat kejadian sehari setelah kejadian.
“Ketika kami datang, amblesnya baru sekitar 30 sentimeter. Nah, pas Jumat [30/12/2022], amblesnya bertambah jadi satu meter dan ini tadi [Sabtu] sudah 1,5 meteran lah. Jadi kemarin kami cek di tebing sisi Selatan. Ternyata bawahnya juga ada empat mata air keluar dari situ dan sangat deras. Mengalir jauh di bawah jalan,” ucapnya.
Lebih jauh, Aris menjelaskan bahwa sawah di sisi utara jalan tersebut, menurut pemilik sawah, ketika kemarau tanahnya akan mengering dan retak-retak. Namun, ketika digali hingga kedalaman satu meter, tanah tersebut justru basah dan banyak air di bawah.
“Air tersebut ternyata dari tebing sebelah utara lalu langsung turun ke bawah [di kedalaman 1 meter]. Jadi kami kesulitan untuk memperbaiki ulang. Karena itu kami mengajak UGM untuk cek di lokasi dan meminta hasil kajian mereka. Sehingga kami tahu harus membangunnya seperti apa,” lanjutnya.
Tegas Ari, nantinya, DPUPKP akan mengajukan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memperbaiki jalan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemotongan hewan kurban di RPH Mancasan dan Kentungan Sleman turun 24,6 persen pada Iduladha 2026. Penurunan terbesar terjadi pada domba yang anjlok hingga 73,3
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
BPS Kota Jogja mencatat Sensus Ekonomi 2026 mencapai 46%. Responden kini dapat mengisi data mandiri melalui layanan CAPI.
Dokter jantung menjelaskan waktu terbaik minum kopi agar tidak mengganggu tidur dan irama jantung serta tips konsumsi yang lebih sehat.
SDN Kintelan 2 Jogja menerima enam siswa baru pada 2026/2027. Sekolah menyebut minimnya lulusan TK dan lokasi menjadi penyebab utama.
Spanyol lolos ke final Piala Dunia 2026 usai kalahkan Prancis 2-0. Gol Oyarzabal & Porro, rekor 37 laga tak terkalahkan. Final lawan Argentina atau Inggris.