BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 195.000 Pekerja di Sleman
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Kondisi jalan di Desa Wisata Srikeminut pascaambles./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL — Jalan sepanjang 50 meter di Desa Wisata Srikeminut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri ambles hingga 1,5 meter.
Padahal, jalan tersebut baru saja selesai diperbaiki dan akan diserahterimakan dari kontraktor pembangunan ke Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul.
Sub Pengelola Desa Wisata Srikeminut, Alip, mengatakan pada 2017 jalan tersebut sempat terputus akibat longsor ketika banjir melanda Srikeminut.
“Akhirnya, waktu itu, kami dipinjami rel dari [PG] Madukismo agar bisa mengakses jalan. Lalu, ada juga bantuan karung dan [tanah] uruk terus warga gotong royong mengisi karung dengan batu untuk digunakan sebagai landasan jalan,” kata Alip, Sabtu (31/12/2022).
BACA JUGA: Sudah Dua Bulan Jalan ke Srikeminut Rusak, Kapan Perbaikan?
“Sebelum dipancang, jalan itu malah tidak ambles seperti itu. Tapi setelah dipancang dan dirapi-rapikan itu langsung ambles padahal belum diserahterimakan ke dinas terkait,” katanya.
Proses ambles jalan tersebut terjadi dalam beberapa tahapan. Pertama kali, jalan tersebut mengalami keretakan di beberapa bagian. Setelah itu terjadi penurunan muka jalan mulai dari 10 sentimeter, 50 sentimeter, hingga sekarang 1,5 meter.
Menurut dia, hal itu tidak dipengaruhi hujan lantaran intensitas hujan turun justru rendah. Selain itu, di utara jalan tersebut terdapat sebuah sawah yang justru tidak ikut ambles. Dengan demikian titik ambles hanya terjadi di jalan sepanjang 50 meter yang telah dipancang. “Nah, titik yang tidak dipancang itu justru tidak ambles. Padahal sebelumnya tidak ada ambles-ambles gitu,” ucapnya.
Pancang tersebut, kata Alip, terbuat dari beton dengan lebar satu meter dan ketinggian 12 meter. Pancang tersebut dimasukkan ke dalam tanah di samping jalan hingga delapan meter sehingga sisa empat meter di atas permukaan tanah.
Setelah kejadian ambles tersebut, pancang yang semula berdiri tegak berubah posisi menjadi miring. Setelah dipancang jalan tersebut pun telah dipadatkan dengan bantuan alat berat.
“Tetapi habis itu kan jalan tersebut diagregat lalu diaspal. Nah, waktu diaspal, warga itu sudah curiga. Curiganya itu aspalnya justru gembur tidak keras. Sewaktu diinjak itu bawahnya gembur. Itu pas dilokasi ambles. Di bagian lain engga gembur seperti itu. Terus, pemborong itu meletakkan plat baja diatas samping kiri-kanan biar tidak hancur ketika dilewati kendaraan. Biar tidak hancur sebelum diserahterimakan. Sampai sekarang plat bajanya belum bisa diangkat soalnya itu beratnya 2 ton,” kata dia.
Untuk sementara, kata Alip, sepeda motor masih dapat melawati jalan tersebut meski ambles.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.