BRIN Gandeng UGM dan UPN Dalami Penyebab Kemunculan Api di Seyegan
BRIN menyelidiki fenomena api misterius di Seyegan dengan metode kromatografi gas. Peneliti akan menguji kandungan gas hidrogen dan metana untuk mengungkap.
Ilustrasi genangan air. /Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, BANTUL - Rusaknya ruas jalan arah Desa Wisata Srikeminut, Kalurahan Sriharjo hingga kini masih belum mendapat perbaikan. Belum turunnya anggaran ditengarai jadi sebab jalan tak kunjung dapat perbaikan.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto menyampaikan BPBD Bantul telah melakukan kunjungan ke Srikeminut bersama DPRD Komisi A bersama perwakilan Kalurahan Sriharjo. Komisi A selanjutkan menyarankan BPBD untuk menggunakan dana BTT.
"Kan waktu itu ada kunjungan Komisi A kesana [lokasi jalan rusak]. Saran dari Komisi A kan mengajukan BTT, ya sudah kita mengajukan. Habis kunjungan kita hitung, kita bikin Rencana Anggaran Biaya (RAB), kita ajukan. Tapi kan sampai sekarang kalau belum ada dana, kita enggak bisa memperbaikinya," terangnya pada Selasa (16/3/2021).
Baca juga: Memaknai Memayu Hayuning Bawana dan Lambang Dwi Naga Rasa Tunggal di Kraton Jogja
Dalam RAB, Dwi menyebut BPBD Bantul mengajukan dana sebesar Rp176 juta untuk perbaikan jalan. Dana itu dipakai untuk penanganan supaya jalan bisa dilewati. "Kalau suruh memperbaiki tapi dananya enggak turun, masak diperbaiki. Dari BPBD Bantul sudah mengajukan ke BTT. Sekarang jalannya masih bolong, belum ada tindakan," tuturnya.
Sudah hampir dua bulan lebih jalan arah ke Srikeminut rusak. Dwi mengimbau kepada warga untuk sementara waktu melewati jalan memutar. "Itu kan jalan satu-satunya ke arah sana. Tapi karena sekarang kan jalan jembatan permanen sudah ada. Sehingga sementara warga jalannya harus memutar, karena jalan itu tidak bisa dilalui," ujarnya.
Baca juga: Gencar Lakukan Testing, Penyebab Bantul Masuk Zona Merah Covid-19
"Untuk akses, sekarang roda dua pun sulit apalagi kendaran roda empat. Sehingga harus memutar ke Selopamioro. Lebih baik memutar ketimbang terjadi sesuatu, karena disitu tidak ada alternatif jalan lain selain itu. Enggak mungkin kita biarkan kerusakan jalan tapi kalau anggarannya belum tersedia kan susah. Harapannya harus ada kajian teknis untuk mengatasi permasalahan tersebut, agar kejadian yang seperti itu tidak terus berulang," tandasnya.
Sebelumnya Lurah Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Titik Istiwayatun Khasanah mengaku cukup resah dengan kerusakan jalan yang ada. Titik berharap pembenahan jalan ambles di Srikeminut dapat menjadi prioritas perbaikan.
"Harapannya ini tetap bisa menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Bantul. Karena kebetulan juga, di area itu, jalan itu juga jalan Kabupaten statusnya. Sehingga ini riil kewenangannya kabupaten," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BRIN menyelidiki fenomena api misterius di Seyegan dengan metode kromatografi gas. Peneliti akan menguji kandungan gas hidrogen dan metana untuk mengungkap.
Apple, Google, dan NVIDIA berkolaborasi di WWDC 2026 untuk memperkuat AI cloud dengan GPU Blackwell dan sistem keamanan baru.
Son Heung-min catat rekor tampil di empat Piala Dunia, bantu Korea Selatan menang 2-1 atas Ceko, berpeluang jadi top skor sejarah.
Dinkes Bantul waspadai risiko penyakit saat kemarau panjang, imbau warga terapkan PHBS dan gunakan masker di luar ruangan.
Sepatu pink mendominasi Piala Dunia 2026, tren baru hasil visibilitas, fesyen global, dan ekspresi pemain di lapangan.
Alwi Farhan singkirkan Lee Chia Hao dua gim langsung ke semifinal Australian Open 2026. Rehan/Gloria tersingkir, Alwi jadi harapan terakhir Indonesia di Sydney.