Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Suasana di Pasar Beringharjo, Kamis (5/1/2023) kurang lebih sepekan setelah libur akhir tahun usai. Kunjungan ke salah satu pusat oleh-oleh di Jogja itu tetap ramai oleh wisatawan. /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA - Sejumlah pengunjung masih memadati pusat-pusat perbelanjaan meski masa libur panjang Natal dan Tahun Baru usai kurang lebih sepekan sebelumnya. Di Pasar Beringharjo suasana kepadatan wisatawan yang berburu oleh-oleh masih cukup signifikan pada Kamis (5/1/2023). Kondisi itu otomatis berdampak pada kenaikan omzet pedagang yang masih stabil sampai 30 persen dibanding hari biasa.
"Sudah ada kemajuan dan kenaikan penjualan mencapai 30 persen dibanding libur akhir tahun lalu," kata Ketua Paguyuban Pedagang Beringharjo Barat, Ahmad Zaenul Bintoro.
BACA JUGA : Wisatawan Jogja! 4.000 Pedagang Pasar Beringharjo Bakal
Menurutnya Pasar Beringharjo masih menjadi salah satu pusat tujuan wisatawan yang ingin berbelanja oleh-oleh sehabis berlibur di Jogja. Meskipun sekarang tawaran pusat oleh-oleh utamanya batik dan souvenir tersedia cukup banyak di kawasan setempat. Apalagi dengan hadirnya Teras Malioboro 1 dan 2 yang penawaran produk dari sejumlah tenant-nya cenderung sejenis dengan di Pasar Beringharjo.
"Kenaikan sudah semenjak sekitar tanggal 20 Desember kemarin hingga 1 Januari, puncaknya di periode itu. Sekarang juga masih cukup stabil karena masih ada liburan sekolah di beberapa daerah," kata dia.
Bintoro menjelaskan, efek psikologis pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terhadap jumlah kunjungan ke pasar itu juga cukup berdampak. Masyarakat tidak lagi takut dengan potensi Covid-19 atau kondisi pasar yang cenderung ramai dan berdesak-desakan saat berburu oleh-oleh. Pedagang menilai bahwa masa liburan akhir tahun ini cukup sesuai dengan target yang diproyeksikan sebelumnya lantaran tidak lagi ada pembatasan oleh pemerintah.
BACA JUGA : Pasar Beringharjo Ramai, tapi Omzet Belum Normal
"Memang cukup signifikan kenaikannya, saya tidak bisa sebut omzet, gambarannya kira-kira misalnya hari biasa dapat Rp500.000 pas liburan jadi Rp650.000 atau yang biasa dapat Rp300.000 bisa dapat Rp450.000," ujarnya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja Veronica Ambar Ismuwardani menyebut, sebanyak 15.230 wisatawan tercatat mengunjungi Pasar Beringharjo pada masa akhir tahun kemarin tepatnya 30-31 Desember. Jumlah kunjungan itu meningkat dua kali lipat dibanding dengan hari biasa. Mereka kebanyakan memburu oleh-oleh semacam makanan, batik serta kerajinan tas dari enceng gondok atau rotan.
"Memang sangat luar biasa tingkat kunjungannya, bahkan per tanggal 1 Januari 2022 kemarin ada sebanyak 10.531 pengunjung yang datang ke sana. Ini tentu sangat bagus dan ke depan kita akan dorong pasar-pasar tradisional yang lain mampu menangkap peluang dengan sektor unggulan pariwisata Jogja," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Lionel Messi kembali ke Inter Miami usai sang ayah wafat, namun The Herons kalah dramatis 2-3 dari Leon di Leagues Cup 2026 dan tersingkir.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te