Advertisement

Wisatawan Jogja! 4.000 Pedagang Pasar Beringharjo Bakal Gunakan Transaksi Non-Tunai

Triyo Handoko
Senin, 19 September 2022 - 21:47 WIB
Bhekti Suryani
Wisatawan Jogja! 4.000 Pedagang Pasar Beringharjo Bakal Gunakan Transaksi Non-Tunai Toko kelontong milik Ervina salah satu pedagang di Pasar Beringharjo yang sudah menyediakan transaksi non-tunai, Senin (19/9/2022). - Harian Jogja / Triyo

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Perdagangan (Disdag) Jogja menargetkan hingga akhir tahun ini ada empat ribu pedagang Pasar Beringharjo yang menggunakan transaksi non-tunai melalui QRIS. Target tersebut untuk mempercepat digitalisasi pasar di Jogja.

Kepala Bagian Pasar Rakyat Disdag Jogja Gunawan Gunawan Nugroho Utomo menjelaskan digitalisasi pasar dilakukan untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat dari mall dan toko ritel lainnya. “Sementara ini ada tujuh pasar dari 29 pasar di Jogja yang sudah mulai dilakukan digitalisasi,” jelasnya, Senin (19/9/2022).

Digitalisasi tujuh pasar tersebut terutama dengan mendorong transaksi non-tunai menggunakan QRIS. “Nanti kalau tujuh pasar ini sudah optimal, kami akan kembangkan ke pasar lainnya di Jogja,” ujar Gunawan.

Gunawan menyebut perlu ada kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menunjang digitalisasi pasar di Jogja. “Terutama dengan pihak bank yang menyediakan jasa transaksi non-tunai, kami juga berkoordinasi dengan berbagai pihak lain untuk mempercepat program ini,” katanya.

Tanpa digitalisasi pasar, jelas Gunawan, pasar rakyat akan ditinggalkan masyarakat. “Sebagai tuntutan zaman dan perkembangan teknologi, pasar rakyat harus bertransformasi agar tetap bertahan,” jelasnya.

Ervina, 51, salah satu pedagang di Pasar Beringharjo menyebut sangat terbantu oleh program digitalisasi pasar ini. “Karena memang ada pembeli yang pengennya transaksi non-tunai pakai QRIS itu, kalau enggak ada kan jadi tidak bisa melayani penjualannya,” ujarnya.

Setidaknya ada Rp7 juta dalam sebulan dalam nilai penjualan non-tunai yang Ervina terima. “Rp7 juta itu saya tabung, kalau yang tunai yang buat muterin modal usaha,” jelasnya.

BACA JUGA: Stop Kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan, Ratusan Warga Gedangsari Dapat Bantuan Jamban Sehat

Dibanding transaksi tunai, jelas Ervina, transaksi non-tunai lebih sedikit. “Tapi enggak masalah, sebagai adaptasi ini penting supaya toko ini dapat eksis dan masih diminati pelanggan yang sudah mulai menggunakan QRIS,” kata Ervina.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dari Bidang Makanan sampai Kesehatan, 21 CEO Meraih Achievement Award

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement