Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Ilustrasi jamban/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 200 warga di Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari, Gunungkidul, mendapatkan bantuan jamban sehat dari Pemkab Gunungkidul. Bantuan ini untuk meningkatkan sanitasi yang baik di masyarakat agar mereka tidak lagi buang air besar sembarangan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Gunungkidul Diah Prasetyorini mengatakan tahun ini jawatannya mengalokasikan sebanyak 200 jamban sehat ke masyarakat. Seluruh bantuan diberikan kepada warga di Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari.
Jamban sehat diberikan secara bertahap dan baru 128 unit yang diberikan. Adapun 72 unit jamban sehat lainnya belum bisa diserahkan karena calon penerima ada yang meninggal dunia atau pindah tempat tinggal.
“Harus dicarikan pengganti. Setelah ada surat kepetasan, nanti sisa 72 unit jamban sehat akan diberikan ke masyarakat,” katanya, Senin (19/9/2022).
Diah menjelaskan program jamban ini untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Menurut dia sekarang masih banyak warga yang tidak memiliki tempat buang air besar yang memadai.
“Harapannya tidak ada lagi keluarga di Gunungkidul yang buang air sembarangan. Tahun ini, kami alokasikan 200 unit jamban sehat yang diberikan ke warga di Tegalrejo,” katanya.
Lurah Tegalrejo, Sarjono mengatakan, daerahnya termasuk wilayah miskin di Gunungkidul. Hampir sebanyak 51% warga di Tegalrejo berstatus keluarga miskin. “Kami ada sekitar 28.000 jiwa yang tersebar di 11 dusun,” katanya.
BACA JUGA: Dewan Pendidikan DIY: Harusnya Ada Pilihan Tak Memberikan Sumbangan di SMKN 2 Jogja
Menurut dia, tidak semua warga mendapatkan bantuan jamban sehat. Mereka yang belum memperoleh bantuan akan diusulkan di tahun depan. “Sekarang yang mendapat bantuan baru 128 orang. Rencananya masih ada tambahan lagi dari program jamban sehat,” katanya.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan bantuan jamban sehat untuk warga Tegalrejo adalah bentuk komitmen dari pemkab untuk meningkatkan sanitasi di masyarakat agar lebih sehat. “Bantuan sifatnya stimulat sebesar Rp2,5 juta untuk material dan Rp500.000 diberikan secara tunai. Mudah-mudahan bermanfaat dan masyarakat tidak buang air besar sembarangan karena sudah memiliki jamban,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.