Gotong Royong Jadi Kunci Pembangunan Kulonprogo 2026
BBGRM Kulonprogo 2026 dorong pembangunan fisik, UMKM, dan RTLH lewat gotong royong masyarakat.
Jembatan Sesek Tembeh roboh usai Kulonprogo alami hujan deras pada Selasa (19/8/2025) sore/Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Jembatan Sesek yang dibuat swadaya oleh Padukuhan Temben, Ngentakrejo, Lendah, Kulonprogo kini tinggal kenangan.
Hujan deras yang terjadi, Selasa (19/8/2025) membuat jembatan yang menyebrang Kali Progo itu roboh. Penyebabnya lantaran aliran air meningkat dan deras ditambah membawa materia pepohonan yang menabrak konstruksi jembatan.
Jembatan yang terbuat mayoritas dari kayu dan bambu itu tidak mampu menahan derasnya air sehingga sudah tidak bisa dilalui lagi.
BACA JUGA: Pemerintah Kalurahan Srimulyo Konsultasi ke Pemkab Bantul
"Tersangkut sampah batang pohon kelapa dari utara. Banjirnya tidak begitu besar malah roboh saat Selasa kemarin pas hujannya udah berenti," ujar warga Padukuhan Temben, Sumarno kepada wartawan, Rabu (20/8/2025).
Kondisi tersebut mengakibatkan akhirnya warga Ngentakrejo menyebrang lewat jembatan Kamijoro untuk menuju ke Bantul. Untuk membangun Jembatan Sesek lagi Sumarno masih ingin memantau prediksi dari BMKG terlebih dahulu. Kerugiannya bisa mencapai Rp15 jutaan kalau tidak ada material jembatan yang bisa diselamatkan.
"Karena banyak pengikat pilar jembatan yang dapat diamankan sehingga modal buatnya tidak terlalu besar," imbuhnya.
Kecuali ketika harus membangun jembatan yang dari awal lagi modalnya bisa mencapai Rp25 jutaan lebih. Sumarno menjelaskan, Jembatan Sesek memang selalu roboh ketika musim penghujan lantaran konstruksinya yang tidak permanen. Dia mengaku, warga Temben sangat mengharapkan adanya jembatan permanen dari pemerintah.
"Tetapi ya mau bagaimana lagi kami sih harapannya pemerintah bangunkan jembatan yang permanen karena memang layak ada di situ," ungkapnya.
Penyebabnya karena memang jaraknya akan bertambah jauh ketika dari Ngentakrejo hendak menuju Bantul. Sumarno menuturkan, kemungkinan akan membangun bersama warga lagi secara swadaya. Namun, belum dipastikan kapan akan dimulai lagi karena tetap membutuhkan biaya.
"Kami coba bahas dulu sama warga buat bikin jembatan lagi," tandasnya.
Jembatan ini baru berusia sekitar satu bulan terakhir lantaran memang kembali dibangun saat memasuki musim kemarau. Sebelumnya sempat dipasang bendera di sisi kiri dan kanan jembatan sebagai memperingati kemerdekaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BBGRM Kulonprogo 2026 dorong pembangunan fisik, UMKM, dan RTLH lewat gotong royong masyarakat.
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
Huawei MatePad Pro Max siap meluncur dengan RAM hingga 20GB, layar OLED 144Hz, dan baterai 10.400 mAh.
KPK umumkan harta kekayaan Presiden Prabowo Subianto 2025 mencapai Rp2,06 triliun. Ini rincian lengkap asetnya.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.