Klitih Bikin Wisatawan Cemas, DPRD Bantul Minta OPD Bersinergi
DPRD Bantul mendorong patroli intensif dan sinergi lintas OPD untuk mengantisipasi klitih serta memperkuat ketertiban masyarakat.
Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Hery Sidik)
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan mengirim surat ke Pemkab Bantul untuk berkonsultasi terkait status tanah yang sebelumnya dianggap sebagai tanah kas desa (TKD) tapi belakangan ditemukan indikasi berbeda dalam dokumen administrasi.
Plt Lurah Srimulyo, Nurjayanto menjelaskan tanah yang dimaksud adalah Persil 34/Kelas IV seluas 2.750 m². Lahan tersebut saat ini digunakan sebagai lokasi Bukit Indah Resto & Hotel dan sebelumnya sempat dipersoalkan karena dianggap bagian dari TKD yang dimanfaatkan secara tidak tepat.
BACA JUGA: Tak Punya Kartu Tani, Petani di Bantul Tetap Bisa Tebus Pupuk Subsidi
“Permasalahan ini perlu dibahas komprehensif karena menyangkut kepastian hukum, tertib administrasi pertanahan, serta tata kelola aset kalurahan,” kata Nurjayanto, Rabu (20/8/2025).
Ia mengungkapkan, persoalan ini tengah dalam penyidikan Polda DIY melalui Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sprin.Sidik/88/VI/RES.3.3/2025/Ditreskrimsus/Polda DIY tertanggal 19 Juni 2025, dengan fokus dugaan korupsi pemanfaatan tanah kas desa. Namun, hasil pendalaman dokumen menyingkap fakta baru.
Berdasarkan buku letter E Nomor 1488, tanah tersebut tercatat sebagai hak milik atas nama Mangun Pawiro. Catatan lain dalam buku papriksan kalurahan tanggal 7 Agustus 1976 juga menyebutkan lahan itu sudah pernah diperjualbelikan kepada Somo Pawiro. “Dengan demikian, menurut dokumen tersebut, tanah itu bukan tanah kas desa, melainkan tanah hak milik,” jelas Nurjayanto.
Kondisi ini membuat perkara yang awalnya terkait maladministrasi TKD berubah menjadi kompleks, karena muncul bukti berbeda mengenai status kepemilikan. “Kami perlu klarifikasi hukum dan administratif agar tidak terjadi tumpang tindih pemahaman maupun kesalahan kebijakan,” ujarnya.
Sementara itu, Kabag Hukum Pemkab Bantul, Suparman membenarkan pihaknya sudah menerima surat konsultasi dari Kalurahan Srimulyo. “Sudah kami terima hari ini, akan kami klarifikasi terlebih dahulu. Jadwal audiensi sedang direncanakan,” katanya.
Dengan perkembangan terbaru ini, status lahan yang semula dipersoalkan sebagai TKD kini menunggu hasil klarifikasi hukum lebih lanjut antara Pemkab Bantul, Kalurahan Srimulyo, dan instansi terkait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mendorong patroli intensif dan sinergi lintas OPD untuk mengantisipasi klitih serta memperkuat ketertiban masyarakat.
Ditjen Imigrasi mendeportasi warga Tiongkok berinisial SS yang masuk red notice Interpol dan DPO terkait dugaan pencucian uang di negara asalnya.
Kia Carens EV membuka pemesanan awal di Indonesia mulai 26 Oktober 2026. Simak empat varian, estimasi harga, dan fitur unggulannya.
Studi pada 8.783 orang dewasa menemukan konsumsi makanan ultra-proses tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko cedera vaskular otak.
IBM mengingatkan perbankan soal risiko Shadow IT akibat penggunaan aplikasi AI tanpa izin. Edukasi karyawan dan tata kelola data dinilai penting.
UNY meraih gelar ganda Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 setelah tim putri menang 1-0 dan tim putra melibas UNNES 6-0.