DPRD DIY Dukung Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Alasannya
DPRD DIY mendukung wacana siswa tidak otomatis naik kelas mulai 2027 untuk mengukur kompetensi dan meningkatkan mutu pembelajaran.
Beberapa pemotor melanggar rekayasa lalu lintas di Simpang OB, Selasa (3/1/2023)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, SLEMAN — Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman segera memasang lampu bangjo atau alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di Simpang Outlet Biru (OB) Selokan Mataram. Pemasangan dijadwalkan dilakukan sekitar April 2023.
Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Sleman, Bambang Sumedi Laksono mengatakan saat ini masih dilakukan survei persiapan pemasangan APILL. Menurutnya satu sampai tiga bulan ke depan akan dilakukan lelang.
"Kalau enggak gagal pengadan [April terpasang], nek anggaran sudah. Ya nanti kami usahakan kalau gak tiga [bulan Maret] ya empat [bulan April] sudah kami pasang," ucapnya Kamis, (5/1/2023).
Terkait teknisnya akan dilihat terlebih dahulu, apakah hanya untuk satu arah atau seperti apa. Dishub akan menyurvei, ada empat gerakan, misalnya yang Selatan berhenti yang lain jalan, atau opsi-opsi lainnya.
"Kami lihat di APILL bisa saja hanya satu arah sah-sah saja. Yang penting nantinya di situ nanti kinerja simpangnya bagaimana. Asal masih di bawah 40 detik gak masalah," kata dia.
BACA JUGA: Selesai Ditata, Bundaran Tugu Tobong Bakal Dipasangi Lampu APILL
Warga masih banyak yang melanggar aturan dari rekayasa lalu lintas yang diberlakukan Dishub Sleman, akan tetapi belum dilakukan penegakan.
Gakkum Satlantas Polresta Sleman Iptu Catur Bowo Laksono mengatakan saat ini masih fokus pada rekayasa dulu, nanti akan dievaluasi. "Belum [penindakan], kami masih fokus ke rekayasa jalan dulu. Nanti akan kami evaluasi."
Salah satu pengguna jalan Cika, 30 mengatakan rekayasa lalu lintas di simpang OB cukup membingungkan. Karena masih banyak masyarakat yang menrabas pada jam-jam dilarang melintas yakni 15.00-18.00 WIB akhirnya dia juga memilih melanggar. "Aku jadi ikut aja nrabas. Kayanya penempatan anggota polisi di titik-titik itu diperlukan lagi, kayak pas awal-awal penerapan."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mendukung wacana siswa tidak otomatis naik kelas mulai 2027 untuk mengukur kompetensi dan meningkatkan mutu pembelajaran.
Macan Tutul Jawa terekam kamera jebak di Cagar Alam Nusakambangan Barat. BKSDA memperkirakan populasinya di pulau itu sekitar 20 individu.
BGN mencatat siswa yang belajar dalam kondisi lapar turun menjadi 16% berkat MBG. Program ini menjangkau 57 juta penerima hingga September 2026.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mengunjungi keluarga korban dugaan perundungan di Pemalang dan mendorong penguatan komunikasi sekolah dengan orang tua serta pen
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp3,39 miliar untuk memasang 180 lampu jalan pada 2026. Sebanyak 125 unit ditargetkan rampung November.
LBH Jakarta menyebut enam aktivis Greenpeace masih tertahan di Polda Metro Jaya setelah membentangkan spanduk di Bundaran HI, Selasa (20/10/2026).