Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ilustrasi./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA — PT Digsi sebagai event organizer acara Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) 2022 yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) dan menyisakan utang di 61 hotel di Jogja akan melakukan somasi kedua.
Sebelumnya, PT Digsi sudah melayangkan somasi ke Kemenag, Pemda DIY, Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN), dan Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) DIY, tetapi tak digubris.
Kuasa hukum PT. Digsi, Elektison Somi menyayangkan tak dijawabnya somasi yang sudah dilayangkannya. “Kami menyayangkan itu, seharusnya mereka punya rasa tanggung jawab, terutama ke pihak ketiga yang dalam hal ini adalah hotel, penyedia tempat, dan pihak lain yang terlibat tapi belum lunas pembayarannya,” katanya, Minggu (8/1/2023).
BACA JUGA: Kasus Utang Pesperawi 2023, PT Digsi Somasi Kemenag dan Pemda DIY
Elektison menjelaskan akan mengirim somasi keduanya. “Jika somasi kedua ini tetap tidak dijawab, maka kami akan gugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur,” ujarnya.
Somasi kedua akan dilayangkan Selasa (10/1/2022). “Isinya akan sama seperti somasi kedua, cuma dipertegas saja kalau masih tak dibalas akan dibawa ke pengadilan masalah ini,” tegasnya.
Tak hanya menyampaikan kepentingan PT Digsi, jelas Elektison, somasi yang sudah dikirimnya dan akan dikirimnya lagi juga membawa kepentingan pihak ketiga yang paling dirugikan dalam masalh ini.
“Kami minta dalam somasi untuk membayarkan perjanjian kontrak, bahwa masih ada tanggungan empat lembaga itu sebesar Rp38 miliar sesuai rencana anggaran belanja (RAB),” jelasnya.
Selain kerugian dari kegiatan Pesparawi 2022, lanjut Elektison, PT Digsi juga dirugikan secara imaterial dalam masalah ini. “Ada kontrak kerja sama dengan berbagai pihak di luar masalah ini kami diputus kontrak karena nama kami tercoreng masalah ini, tentu ini kerugian juga. Tapi sekarang yang terpenting Rp38 miliar itu supaya hotel dan lainnya dapat segera dilunasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.