Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Seorang pengendara motor melintasi jalan yang rusak di Kalurahan Kemejing, Semin, Gunungkidul, 31 Desember 2022./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Butuh biaya sedikitnya Rp600 miliar untuk memuluskan jalan di Gunungkidul yang jaraknya setara pulang pergi Wonosari-Jakarta.
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul menyebut uang Rp600 miliar tidak serta berta bisa disediakan karena kemampuan anggaran pemkab masih sangat terbatas.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul Irawan Jatmiko mengatakan panjang ruas jalan kabupaten mencapai 1.149 kilometer. Panjang ini setara dengan perjalanan pulang pergi Wonosari-Jakarta. Menurut dia, sepanjang ruas jalan ini tidak benar-benar mulus. Jalan sepanjang 286 kilometer rusak parah dan perbaikannya membutuhkan biaya besar.
“Perbaikan tidak hanya dengan cara diaspal, tapi ada yang harus dicor beton karena kontur tanahnya labil,” katanya, Selasa (10/1/2023).
Jawatannya sudah membuat kajian untuk mengalokasikan anggaran perbaikan jalan. Total dibutuhkan biaya sekitar Rp600 miliar untuk membuat jalan di Gunungkidul menjadi mulus.
BACA JUGA: Dikucuri Rp23 Miliar, Perbaikan Jalan Gunungkidul Fokus di Zona Utara
“Asumsinya satu kilometer Rp2 miliar. Dengan panjang yang rusak parah 286 kilometer dan dengan yang rusak ringan, maka dengan anggaran Rp600 miliar sudah bisa memperbaiki secara menyeluruh,” katanya.
Irawan menambahkan hasil kajian itu sudah disampaikan ke DPRD. Namun, sulit untuk menyediakan anggaran Rp600 miliar dalam satu tahun anggaran karena kemampuan keuangan daerah yang masih terbatas. “Sehingga perbaikan dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada skala prioritas,” katanya.
Dia mencontohkan APBD tahun ini mengalokasikan anggaran sekitar Rp23,1 miliar untuk perbaikan jalan. Fokus perbaikan adalah jalan di sisi utara Gunungkidul yang meliputi Kapanewon Patuk, Nglipar, Gedangsari, Ngawen, Semin hingga Ponjong. Total ada 20 ruas yang diperbaiki.
“Paling besar ada tiga, meliputi Tawang-Seru, Kalipentung-Nglanggeran, dan Sambipitu-Tawang yang nilainya lebih dari Rp14 miliar,” kata Irawan.
Selain itu, ada juga kelanjutan pembangunan jalan di kawasan industri Semin. Total anggaran yang disediakan sebesar Rp1,5 miliar. “Untuk 16 ruas lainnya masing-masing di bawah Rp800 juta,” katanya.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan masih ada ketimpangan dalam sektor pembangunan. “Ketimpangan ini memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Jadi, kami terus berupaya melakukan pemerataan,” katanya.
Ketimpangan ini juga bisa dilihat dari tingkat kunjungan wisatawan yang masih didominasi pantai selatan Gunungkidul. “Kalau dilihat dari potensi sebenanya di zona utara juga tidak kalah. Sekarang kami terus genjot perkembangannya,” kata Sunaryanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Taj Yasin mencari terobosan pembiayaan hijau bagi IKM Jateng karena biaya awal teknologi ramah lingkungan masih mahal.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.