Tabrakan Beruntun Depan Terminal Dhaksinarga, Satu Tewas
Kecelakaan beruntun melibatkan tiga sepeda motor dan satu mobil di depan Terminal Dhaksinarga Wonosari menewaskan seorang pemotor berusia 18 tahun.
Wardoyo, salah seorang warga Dusun Gesing 2, Purwodai, Tepus, Gunungkidul, saat melihat bak penampungan air hujan yang dimilikinya, 6 Januari 2023./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pasokan air dari PDAM Tirta Handayani telah menjangkau warga Tepus, Gunungkidul. Meski demikian, sebagian warga lebih memilih air hujan untuk diminum karena menganggapnya lebih sehat.
Lurah Tepus, Ispramoyo, mengatakan wilayahnya sudah dialiri layanan PDAM, meski belum semua dusun terjangkau. Warga pun sangat terbantu dengan layanan ini karena kebutuhan air bersih bisa dipenuhi.
Meski demikian, ia mengakui banyak warga yang menggunakan air PDAM hanya untuk keperluan mencuci dan mandi. Adapun, untuk memasak dan minum, penduduk lebih memilih menggunakan air hujan.
BACA JUGA: Pedagang Kawasan Pantai Depok & Parangtritis Akan Diwajibkan Memilah Sampah
“PAM sudah masuk ke wilayah kami, tapi bak penampungan air yang dimiliki tetap dipergunakan,” kata Ispramoyo, Minggu (15/1/2023).
Menurut dia, warga memilih air hujan untuk minum karena menganggapnya lebih sehat. Hal ini dikarenakan air dari PDAM berasal dari sungai bawah tanah sehingga saat hujan keruh.
“Selain keruh, air dari PAM juga mengandung kapurnya sangat tinggi. Air hujan tidak ada dan warga menganggap lebih enak,” katanya.
Ispramoyo menambahkan memasak air dari PDAM ribet. Pasalnya, air harus beberapa kali melalui proses penyaringan guna mengurangi kandungan kapur di dalamnya.
“Beda dengan air hujan, setelah masak bisa langsung diminum karena memang tidak ada kandungan kapurnya,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Wardoyo, salah seorang warga Dusun Gesing 2 di Kalurahan Purwodadi, Tepus. Menurut dia, bak penampungan yang dimiliki masih dipergunakan hingga sekarang.
“Saya punya dua bak penampungan dengan kapasitas 15.000 liter,” katanya.
Wardoyo mengakui sudah berlangganan air dari PDAM. Meski demikian, bak penampungan yang dimiliki tetap difungsikan guna menampung air pada saat hujan.
Dia berasalan, air ledeng hanya dipergunakan untuk keperluan mandi dan mencuci.
“Lebih sehat air hujan. Layanan PDAM berasal dari sumber Bribin, tapi seringkali keruh saat hujan dan banyak kapurnya. Makanya, kami pilih menggunakan air hujan yang ditampung karena tidak mengandung kapur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan beruntun melibatkan tiga sepeda motor dan satu mobil di depan Terminal Dhaksinarga Wonosari menewaskan seorang pemotor berusia 18 tahun.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.
Rupiah ditutup melemah ke Rp18.009 per dolar AS setelah Perry Warjiyo mundur. Pasar menyoroti sentimen geopolitik dan risiko fiskal.
Polresta Banyumas memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengusut ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest yang melukai sekitar 83 penonton.
Galaxy Watch Ultra2, smartwatch yang memadukan fitur pendukung aktivitas luar ruang dengan insight kesehatan berbasis AI melalui Samsung Health.