DIY Butuh 1.000 Ton Sampah per Hari untuk Proyek PSEL Piyungan
PSEL Piyungan diproyeksikan mengolah 1.000 ton sampah per hari. DIY menyiapkan pasokan dari Gunungkidul, Kulonprogo hingga Jateng.
Ilustrasi rekayasa lalu lintas-Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, SLEMAN– Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman melakukan rekayasa lalu lintas (Lalin) di sejumlah titik. Rekayasa ini dilakukan setelah menerima masukan dari warga dan digelarnya forum lalu lintas beberapa waktu lalu.
Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Sleman, Bambang Sumedi Laksono mengatakan rekayasa lalin dilakukan di Jalan Wates km 8 dengan memasang water barrier. Lalu di Jalan Tetuko, Godean dipasang rambu batas kecepatan karena di lokasi rawan kecelakaan.
"Udah dilakukan itu [pemasangan lalin] melalui forum lalu lintas. Untuk 2023 ini sudah kami mulai [pemasangan rambu]. Dalam forum lalu lintas kami juga mendatangkan masyarakat, Polresta, Dirlantas, PU, dan stakeholder setempat," ucapnya kepada Harianjogja.com, Jumat (20/1/2023).
Dia menjelaskan ada warga yang berinisiatif bersurat kepada Dishub Sleman terkait kondisi lalin. Setelah itu ditindaklanjuti dengan memasang rambu yang mana titik-titiknya Dishub yang menentukan.
Rekayasa lalin juga dilakukan di Jembatan Boyong, yang mestinya khusus untuk roda dua, namun kini dilewati roda empat. Kondisi ini membahayakan pengguna jalan. "Selama ini palangnya dilepas kayak gitu. Yang dibatasi mobil dikembalikan ke semula."
Selain pemasangan rambu, rekayasa lalin juga akan dilakukan di simpang kampus UPN 'Veteran' Yogyakarta (UPNVY). Simpang yang berada di belakang kampus akan dibuat melingkar. Terkait kapan akan diterapkan Bambang belum bisa menyampaikan karena masih akan dirapatkan.
"Saya belum berani komen, meski sudah tak catat dalam agenda. Nanti setelah mengundang rapat [disampaikan]."
Lebih lanjut dia mengatakan Dishub Sleman akan melakukan evaluasi di simpang-simpang yang terpasang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). Apakah lalu lintas berjalan dengan baik, atau justru terjadi kemacetan. Evaluasi ini dilakukan untuk menentukan management apa yang akan diambil.
BACA JUGA: Polres Bantul Akan Gelar Operasi Keselamatan Progo 2 Pekan, Catat Tanggalnya!
"Ini baru 20 Januari, belum banyak yang kami lakukan. Tapi merancang-ranang dulu. Nanti dirancang-rancang dalam artian mana-mana daerah yang terjadi kemacetan, rawan kecelakaan, dan lainnya," jelasnya.
Kepala Dishub Sleman, Arip Pramana mengatakan forum lalu lintas telah dilaksanakan pada pekan lalu. Beberapa hal dibahas di dalam forum ini. "[seperti] membahas jembatan gantung Kali Boyong dan Jalan Wates Km 5 - Km 9," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Piyungan diproyeksikan mengolah 1.000 ton sampah per hari. DIY menyiapkan pasokan dari Gunungkidul, Kulonprogo hingga Jateng.
Sebanyak 78 atlet dari enam negara mengikuti Panglima TNI Cup 2026 dan Kejurnas Paralayang di Bukit Joglo, Wonogiri.
Cek harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Minggu 23 Agustus 2026, lengkap dengan harga jual dan buyback
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia cerah berawan pada Minggu, termasuk Jogja. Sejumlah daerah berpotensi hujan dan kabut.
Cek rute dan tarif Trans Jogja 2026, mulai Rp500 untuk pelajar hingga Rp3.500 untuk pembayaran tunai.
Ole Romeny mendapat kartu merah saat Fortuna Sittard kalah 0-2 dari AZ Alkmaar. Justin Hubner tampil membela Fortuna hingga pertandingan berakhir.