Bersama Pemkab Banyumas, Indomaret Dukung UMKM Lewat Bantuan 10 Tenda
Indomaret menyerahkan bantuan berupa 10 unit tenda usaha yang akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan UMKM di Kabupaten Banyumas.
Wisuda Periode Ke-2 Tahun Akademik 2022/2023 di Auditorium UPNVY, Sabtu (21/1/2023)./Anisatul Umah-Harian Jogja.
SLEMAN—UPN 'Veteran' Yogyakarta (UPNVY) mewisuda 655 mahasiswa dalam wisuda Periode ke-2 Tahun Akademik 2022/2023. Sebanyak 655 wisudawan terdiri dari 21 wisudawan Diploma (D3), 607 wisudawan Sarjana (S1), dan 27 wisudawan Magister (S2).
Rektor UPNVY, Mohamad Irhas Effendi menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan. Menurutnya banyak tantangan yang akan mereka hadapi selepas menyandang gelar ini.
Di sektor ekonomi dampak negatif Covid-19 masih terasa, ditambah dengan perang antara Rusia dan Ukraina yang berlangsung sejak Februari 2022 lalu. Tidak hanya itu, tantangan resesi 2023 juga di depan mata.
Ini menjadi tantangan bagi wisudawan khususnya terkait dengan mendapatkan pekerjaan dan persaingan yang semakin ketat. Namun demikian, rektor meyakini alumni UPNVY bisa survive dengan baik dan memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
"Sejumlah faktor diperkirakan akan membebani pertumbuhan ekonomi global mulai dari ketatnya kebijakan moneter di sejumlah negara, perang Rusia-Ukraina, lonjakan inflasi, ancaman resesi, hingga melambatnya perdagangan global," ucapnya di depan para wisudawan, di Auditorium UPNVY Sabtu (21/1/2023).
Dia menekankan ada dua hal penting yang harus diperhatikan wisudawan. Pertama, memegang teguh nilai-nilai bela negara dan yang kedua harus terus belajar dan beradaptasi dengan keadaan.
"Dua hal itu merupakan nilai-nilai yang selama ini kita pelajari dan kita praktikkan selama studi di kampus bela negara ini," jelasnya.
Kehidupan, kata Irhas, berubah dengan cepat dan tantangan terus datang silih berganti. Mau tidak mau kondisi ini harus dihadapi.
"Jangan cepat berpuas diri hanya dengan mendapatkan selembar ijazah, anda harus meningkatkan pengetahuan, mengasah keterampilan, dan memperluas wawasan," lanjutnya.
Di wisuda periode ini Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi S1 diraih oleh dua mahasiswa, yakni Rika Saputri Anggraini program studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Jesica Nikita Rachel BR Ginting Prodi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) masing-masing 3,98.
IPK tertinggi program Magister diraih oleh M.Zulfa Ulumuddin Alwy, Magister Agribisnis Fakultas Pertanian dengan IPK 3,99. Kemudian wisudawan termuda diraih oleh Gabriel Gonzaga Mika Andries Prodi Teknik Pertambangan.
Wisudawan termuda, Gabriel Gonzaga Mika Andries mengaku bangga bisa menjadi wisudawan termuda di usia 21 tahun. Mendapatkan IPK 3,58, meski sedikit terlambat.
"Ke depannya ada rencana untuk melanjutkan ke jenjang Magister, ada keinginan untuk bekerja juga. Saya merasa cukup bangga bisa menyelesaikan studi di UPN," kata lulusan Angkatan 2018 ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indomaret menyerahkan bantuan berupa 10 unit tenda usaha yang akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan UMKM di Kabupaten Banyumas.
WNI berusia 25 tahun ditahan di KLIA Malaysia setelah mengamuk akibat penerbangan tertunda lima jam dan mengancam staf maskapai.
Brain fog membuat sulit fokus dan mudah lupa. Kenali gejala, penyebab, serta cara mengatasinya agar produktivitas tetap terjaga.
Donald Trump mengunggah gambar AI dirinya sebagai Elvis Presley. Unggahan itu memicu kritik dari penggemar musik dan warganet.
Timnas Indonesia kalah telak 0-3 dari Vietnam di Grup A Piala AFF 2026. Meski unggul penguasaan bola, Garuda kalah efektif dan peluang ke semifinal makin berat.
Pasar saham AS bergejolak setelah laporan emiten teknologi dan sinyal The Fed. Microsoft melonjak, Apple dan Meta justru tertekan.