Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Tarian massal Wonderland Indonesia yang diikuti siswa siswi, alumni, dan orang tua siswa TK ABA Bogoran di Lapangan Trirenggo, Bantul, Sabtu (21/1/2023)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin.
Harianjogja.com, BANTUL—Ratusan siswa siswi Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Bogoran, Trirenggo, Bantul bersama alumni dan orang tua siswa TK setempat menggelar tari massal di Lapangan Trirenggo Sabtu (21/1/2023). Tari massal tersebut bagian dari puncak acara Milad TK ABA Bogoran yang ke-55.
Hadir dalam kesempatan tersebut Lurah Trirenggo Ernawati Kusumaningsih dan Bunda Paud Bantul sekaligus istri Bupati Bantul, Emi Masruroh Abdul Halim. Kepala TK ABA Bogoran, Sujiyah mengatakan tari bersama yang melibatkan siswa, alumni dan orang tua siswa tersebut adalah Wonderland Indonesia dengan iringan lagu-lagu daerah, “Maksudnya untuk mengenalkan keragaman budaya Indonesia kepada siswa,” katanya.
BACA JUGA : Saru, Tari Erotis Ditampilkan di Depan Anak-Anak
Selain tarian massal juga ada tarian beberapa alumni dengan tema Nyawiji. “Nyawiji maksudnya menyatukan tekad bersama untuk memajukan lembaga atau TK ABA Bogoran agar lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang,” ucapnya.
Ia berharap dengan usia TK ABA Bogoran menginjak 55 tahun yang merupakan usia matang bisa lebih berkiprah lagi khususnya untuk TK dan Taman Bermain (KB) dalam membentuk generasi muda yang islami, berkemajuan sesuai dengan zamannya. Di samping itu juga turut mempersiapkan generasi untuk kemajuan bangsa dan negara.
Rangkaian Milad lainnya juga santunan anak yatim dan memberi penghargaan kepada kepala sekolah sebelum-sebelumnya. Lebih lanjut Sujiyah mengatakan TK ABA Bogoran sebagai lembaga pendidikan anak dibawah naungan Aisyiyah sejauh ini tidak terlalu membebani orang tua siswa, karena ada Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dari pemerintah dengan nominal per siswa sebesar Rp600.000 per tahun yang diterimakan setahun dua termin.
BACA JUGA : Moemilta Competition Fair Diikuti Ratusan Anak TK se-DIY
Kemudian untuk guru dan karyawan juga mendapatkan insentif dari pemerintah sesuai lama mengajar mulai dari Rp200.000 per bulan sampai Rp600.000 per bulan yang diterimakan setiap tiga bulan sekali. Selain itu dapat tambahan dana juga dari Lazismu dan lembaga Aisyiyah, “Jadi kami tidak hanya mengandalkan infak dari wali murid,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
ISEAI mengusulkan skema B50 lebih fleksibel melalui Dynamic Blending Policy untuk menekan risiko fiskal dan menjaga keberlanjutan program.
Plt Jampidsus Rudi Margono memastikan penanganan perkara korupsi tetap berjalan usai pengunduran diri Febrie Adriansyah.
Pemda DIY menilai Gunungkidul memiliki potensi besar mengembangkan wisata geopark, kakao, kopi, dan durian dengan prinsip keberlanjutan.
KPK merespons pelimpahan tiga perkara dugaan korupsi terkait Febrie Adriansyah ke Kejaksaan dan mengajak publik menghormati proses hukum.
KPK membuka peluang memeriksa suami Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam kasus dugaan pemerasan di Pemkab Sukoharjo.