Moemilta Competition Fair Diikuti Ratusan Anak TK se-DIY

Siswa TK sedang mengikuti lomba Mewarnai dalam acara Moemilta Competition Fair di SD Muhammadiyah Miliran Muja Muju, Umbulharjo, Yogyakarta, Minggu (29/9/2019). - Harian Jogja/Adit Bambang Setyawan (M128).
30 September 2019 11:07 WIB Adit Bambang Setyawan (M128) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--SD Muhammadiyah Miliran Kota Jogja (Moemilta) menyelenggarakan kegiatan bertajuk Moemilta Competition Fair 2019 yang diikuti ratusan perwakilan TK se-DIY, Minggu (29/9/2019). Kompetisi yang berlangsung di Kompleks SD Moemilta Jalan Kenari, Miliran Muja Muju, Umbulharjo ini berisi perlombaan sekaligus untuk menyemarakkan bulan Muharam.

Kepala Sekolah SD Moemilta Ani Sulistyaningsih menjelaskan event itu diikuti sedikitnya 170 anak dari 30 perwakilan TK yang tersebar di wilayah DIY. Selain lomba untuk TK, dalam kegiatan itu juga dihelat bazar murah dari perwakilan siswa kelas 1 hingga kelas 6  SD Moemilta. Kegiatan itu sebagai awal menuju rangkaian Milad SD Muhammadiyah Miliran, karena akan juga dihelat parenting dan Moemilta Expo di bulan November 2019 mendatang.

Ia berharap orangtua wali dan peserta lomba tidak semata-mata menargetkan sebagai juara, namun terpenting anak bisa mengikuti kegiatan lancar sebagai bekal keberanian dan percaya diri. “Piala hanya bonus, karena sebenarnya karakter atau filosofi dari lomba tidak hanya menang dan kalah tapi juga memberi bekal kepada anak untuk berani, percaya diri, dan bertanggung jawab,” kata Ani Minggu (30/9/2019).

Menurutnya tujuan utama kegiatan itu untuk mengenalkan sekolah. Selain itu untuk memberikan wadah kepada siswa TK supaya berkreasi, berekspresi dengan bakat dan kemampuan dibidang seni dan keagamaan. “Karena, jika anak punya bakat dan minat namun tidak diberi wadah akan kurang terasah kemampuannya,” ujarnya.

Ia menambahkan dalam lomba kali ini panitia menyiapkan lima jenis perlombaan dari yang berunsur kebudayaan maupun keagamaan, antara lain lomba tari, lomba hafalan surat pendek, lomba azan, lomba menggambar dan mewarnai, dan lomba lari huruf hijaiyah. Perlombaan yang diambil juga memiliki berbagai macam alasan dan pertimbangan dari panitia.

Menurutnya, lomba tari diambil dengan alasan mengikuti imbauan dari Walikota Jogja untuk melestarikan budaya daerah. Meskipun pada kenyataanya yang dilombakan bukan tarian klasik, panitia setidaknya memberikan tempat untuk anak berekspresi melalui penampilannya dengan harapan anak-anak bisa mencintai budayanya sendiri.

“Semua anak punya bakat masing-masing ada yang bisa nari ya kita beri wadah untuk berkreasi,” kata Ani.

Dalam lomba mewarnai gambar, lanjutnya, panitia membuat cara khusus dengan mengkolaborasikan anak dengan orang tua. Orang tua mendampingi, mengarahkan agar terjadi kerja sama antar keduanya. Harapannya hasilnya bukan hanya produk lukisan tetapi juga kedekatan antara anak dan orangtua supaya terjalin komunikasi yang lebih dekat. Sedangkan lomba keagamaan diambil karena SD Moemilta merupakan sekolah di bawah naungan Muhammadiyah, oleh karena itu memberikan warna keagamaan.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Umbulharjo, Kota Jogja Mursih Haryono yang hadir dalam kesempatan itu mengapresiasi pihak sekolah maupun wali murid atas terselenggarakan kegiatan itu. “Saya berharap acara seperti ini akan ada lanjutan-lanjutannya lagi, agar SD Muhammadiyah Miliran ini dikenal keberadaannya. Kami juga mengapresiasi kepada para wali murid yang selalu ikut serta mendukung acara dari SD ini. Baik secara materi maupun tenaga,” imbuhnya.