Kasus Daycare Jogja, Orang Tua Siap Ajukan Petisi ke UGM
Orang tua korban daycare Jogja ajukan petisi ke UGM, dorong sanksi tegas, pasal berlapis, dan restitusi.
Sejumlah pengguna sepeda motor di Jalan Godean, Balai Desa Sidoarum, Godean dihentikan untuk operasi yustisi yang diadakan oleh Satpol PP Sleman pada Senin (30/7/2018)./Harian Jogja-Dok
Harianjogja.com, JOGJA—Jalan Godean, Sleman, viral karena salah salah satu netizen meminta Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka untuk mengaspal jalan tersebut. Padahal jalan ini bukan berada di wilayah Solo. Menanggapi permintaan itu, Gibran pun menanyakan lokasi jalan tersebut.
Jalan Godean yang berada di Kabupaten Sleman memang kerap kali rusak dan sempat ditambal aspal beberapa kali. Sejumlah warga di DIY pun telah beberapa kali meminta pemerintah untuk memperbaikinya.
Dihubungi melalui telepon, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PU-ESDM) DIY, Kwaryantini Ampeyanti Putri menyebut Jalan Godean berstatus Jalan Provinsi DIY. Adapun penanganan jalan tersebut tahun ini menggunakan dana pemeliharaan rutin. “Tahun 2023 yang kami lakukan sebatas pemeliharaan rutin,” katanya, Rabu (1/2/2023).
Sedangkan penanganan yang sifatnya rekonstruksi, hingga kini telah diusulkan penganggarannya. Dia menyampaikan diperlukan anggaran yang besar untuk penanganan rekonstruksi Jalan Godean. “Perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk rekonstruksi jalan kurang lebih 7 miliar per km [kilometer],” katanya.
Dia menyampaikan, anggaran penanganan Jalan Godean telah diusulkan setiap tahunnya, namun untuk penanganan rekonstruksi diperlukan anggaran yang besar, sehingga belum dapat dilakukan tahun ini.
“Setiap tahunnya sudah kami usulkan, tapi karena anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan rekonstruksi sepanjang ruas Jalan Godean, cukup besar, tentunya hal ini akan memberatkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga kami berharap meskipun dilaksanakan secara bertahap proses penganggarannya, mudah-mudahan di tahun depan usulan kami bisa disetujui,” katanya.
“Artinya ada alokasi anggaran setiap tahunnya, sehingga harapannya sepanjang ruas jalan tersebut bisa tertangani semua,” imbuhnya.
BACA JUGA: Viral Gibran Rakabuming Diminta Warganet Mengaspal Jalan Godean Sleman
Sebelumnya, Dinas PUP ESDM DIY telah mengajukan anggaran penanganan Jalan Godean menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) DIY, namun karena tidak termasuk Satuan Ruang Strategis (SRS) keistimewaan sehingga tidak dapat ditangani menggunakan dana tersebut. Selain itu, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) juga telah diajukan. Namun karena fokus DAK pada ruas jalan menuju Yogyakarta International Airport (YIA) sehingga pengajuan tersebut tidak berhasil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Orang tua korban daycare Jogja ajukan petisi ke UGM, dorong sanksi tegas, pasal berlapis, dan restitusi.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.