Soft Living Jadi Tren di Jogja, Anak Muda Utamakan Kesehatan Mental
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
Foto ilustrasi bus Trans Jogja. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 85 orang karyawan Trans Jogja yang bertugas diselter terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sejak awal 2023. Mereka mengadu ke DPRD DIY dengan harapan dapat dipekerjakan kembali, Rabu (1/2/2023).
Koordinator Paguyuban Karyawan Selter Trans Jogja Yandi Rustanto menjelaskan sebanyak 85 pekerja Trans Jogja diberhentikan secara sepihak tanpa ada pemberitahuan dan surat resmi. PHK itu diberlakukan sejak 1 Januari 2023 lalu dengan secara tiba-tiba tidak diberikan jadwal oleh pihak Trans Jogja. Mereka adalah pekerja outsourcing yang sebagian besar telah bekerja antara 10 sampai 15 tahun dengan usia layak kerja.
BACA JUGA : PHK Buruh, Perusahaan Operator Bus Trans Jogja Digugat
“Kami tahunya kalau di-PHK itu di jadwal kerja tidak keluar kalau biasanya kan ada jadwal siapa saja yang jaga, ini tidak muncul nama dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Menurut kami tanpa tranparansi,” katanya kepada wartawan saat beraudiensi di DPRD DIY, Rabu (1/2/2023).
Kelompoknya sudah memberikan surat kepada Gubernur DIY dengan tembusan ke DPRD DIY atas PHK sepihak yang dilakukan Trans Jogja. Ia berharap melalui komunikasi dengan DPRD DIY puluhan orang yang rata-rata bertugas sebagai penjaga selter itu bisa dipekerjakana kembali. Mengingat mereka adalah tulang punggung untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
“Biasanya setiap akhir tahun diperpanjang tetapi kalau tidak diperpanjang itu diberitahu misalnya karena performa kerjanya tidak bagus atau dari usia sudah tidak memenuhi. Ini tidak ada pemberitahuan sama sekali, tidak dikaruhke sama sekali,” katanya.
Ketua Komisi C DPRD DIY Gimmy Rusdin Sinaga yang menerima para mantan karyawan Trans Jogja akan mengupayakan mediasi dengan pihak PT Anindya Mitra International selaku pengelola Trans Jogja. “Karena keputusan sepenuhnya berada di Pemda DIY dan PT AMI tentu kami akan mencoba untuk mengkomunikasikan sesuai keinginan mereka, agar kalau bisa dipekerjakan kembali,” ujarnya.
BACA JUGA : Bus Trans Jogja Rute Imogiri Bakal Dibuka
Direktur PT AMI Dyah Puspitasari saat dimintai konfirmasi menegaskan pemberitahuan tentang pemberhentian petugas selter itu telah dilakukan jauh hari sebelumnya. Langkah itu ditempuh bersama Dinas Perhubungan DIY karena keterbatasan anggaran operasional untuk petugas selter. Menurutnya pengurangan karyawan itu dilakukan telah sesuai prosedur sesuai ketentuan berlaku termasuk batas usia 40 tahun.
“Selain itu sebenarnya kami masih memberikan kesempatan untuk bekerja kembali tetapi sebagai pramugara yang di dalam bus, bukan di selter,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
KPK mendalami dugaan pengumpulan uang dari 914 petani di Kuansing untuk pengurusan pelepasan kawasan hutan seluas 1.828 hektare.
Penelitian mengungkap kebiasaan scanning yang disebut menjadi salah satu kunci Lionel Messi tetap tajam di Piala Dunia 2026 pada usia 39 tahun.
Finlandia kembali menjadi negara paling bahagia di dunia pada 2026. Kedekatan dengan alam dan gaya hidup sederhana disebut menjadi kuncinya.
Libur sekolah membuat kunjungan Malioboro menembus 305 ribu orang dalam 10 hari. Lonjakan wisatawan turut meningkatkan volume sampah harian.
Bursa transfer MotoGP 2027 menghadirkan perubahan besar. Bagnaia dikabarkan ke Aprilia, Acosta menuju Ducati, dan Yamaha merombak susunan pembalap.