Bantul Siapkan Lima Syarat Baru untuk Toko Swalayan
Raperda toko swalayan Bantul mendapat lima amendemen, termasuk batas jarak, kuota produk UMKM, CSR, pengawasan, dan sanksi.
Ilustrasi pengangguran/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA— Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja menyebutkan tren angka pengangguran di wilayah setempat setelah pandemi Covid-19 melandai perlahan-lahan mulai menunjukkan penurunan. Pada 2019 lalu angka pengangguran di Kota Jogja tercatat ada di angka empat persen dari jumlah penduduk. Jumlahnya kemudian meningkat dua kali lipat menjadi sembilan persen pada 2020 lantaran pandemi Covid-19 yang berdampak pada seluruh sektor ekonomi.
"Setelah pandemi melandai yang tentunya diikuti dengan pulihnya aktivitas perekonomian warga, perlahan-lahan angka pengangguran juga berkurang. Pada 2022 lalu kita mencatat jumlah pengangguran turun menjadi tujuh persen," kata Kepala BPS Kota Jogja Mainil Asni, Senin (6/2/2023).
Menurut dia, tren turun dan naiknya angka pengangguran tersebut dengan cukup cepat diakibatkan oleh daya topang perekonomian di Kota Jogja yang masih mengandalkan sektor ekonomi kreatif dan industri pariwisata berikut turunannya. Di masa pandemi, berbagai macam pembatasan aktivitas membuat hotel, destinasi wisata dan sektor ekonomi kreatif nyaris lumpuh yang berdampak pada banyaknya pekerja yang dirumahkan.
"Setelah pandemi landai dan diikuti dengan pelonggaran aktivitas membuat aktivitas ekonomi bangkit sehingga tren turun naik angka pengangguran itu memang terlihat sekali saat pandemi dan setelahnya," kata dia.
Di sisi lain jumlah pengangguran yang berkaitan erat dengan angka kemiskinan pun menunjukkan angka yang serupa. Pada 2019 sebelum pandemi Covid-19 mewabah tercatat angka kemiskinan di Kota Jogja ada di angka 6,8 persen. Jumlahnya kemudian meningkat di 2020 menjadi 7,7 persen dan kembali melandai pada 2022 menjadi 6,2 persen. Dari jumlah itu warga yang diklasifikasikan sebagai miskin ekstrem yakni sebanyak satu persen.
Asni menambahkan, pembaharuan data-data pengangguran dan kemiskinan itu sedianya pada tahun ini akan kembali dilakukan melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Sakernas dilakukan untuk melihat angka pengangguran, sementara Susenas akan mendata angka kemiskinan, ketimpangan pendapatan maupun Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
"Sakernas rencananya akan kita mulai pada bulan ini dengan sampel lebih kecil, dan dilanjutkan pada Agustus dengan sampel lebih besar. Sementara untuk Susenas akan dimulai pada Maret," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Raperda toko swalayan Bantul mendapat lima amendemen, termasuk batas jarak, kuota produk UMKM, CSR, pengawasan, dan sanksi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta menuju Palur lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Komdigi menyalurkan Starlink ke Nagekeo untuk menjaga konektivitas posko bencana dan fasilitas kesehatan pascagempa NTT.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.