Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo (tengah) menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan Abyakta di Gedung Sebaguna Pemprov Sumatera Utara, Kamis (9/2/2023)/Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN — Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mendapatkan penghargaan Anugerah Kebudayaan (AK) Abyakta yang diberikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) atas inovasi Batik Sinom Parijoto yang menjadi batik khas Kabupaten Sleman dengan memanfaatkan kearifan lokal.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Ketua PWI Pusat, Atal S. Depari, dalam kegiatan puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2023 yang berlangsung di Gedung Sebaguna Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kamis (9/2/2023).
Penghargaan AK PWI ini merupakan penghargaan yang diberikan kepada Pimpinan Daerah yang dinilai sukses dalam inovasinya di bidang sandang, pangan, dan papan. Kustini menjadi salah satu dari 10 Pimpinan Daerah yang mendapatkan penghargaan tersebut.
Dalam proses penilaian, Kustini telah mempresentasikan di hadapan juri AK PWI yang terdiri dari akademisi, seniman, pengamat kebudayaan, dan wartawan senior, bertempat di Kantor PWI Pusat beberapa waktu lalu. Adapun inovasi yang diangkat oleh Kustini adalah Batik Sinom Parijotho sebagai batik khas Kabupaten Sleman.
BACA JUGA: Kustini Jadikan Batik Sinom Parijotho Salak sebagai Branding Kabupaten Sleman
Setelah dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan AK PWI 2023, Bupati Sleman beserta sembilan Pimpinan Daerah lainnya melakukan pemaparan inovasi yang dilakukan di daerahnya masing-masing dalam kegiatan diskusi kebudayaan.
Ketua Umum PWI Pusat, Atal S. Depari, berharap pimpinan daerah dapat melestarikan kebudayaan Indonesia, sebagaimana ciri khas di daerah masing-masing, melalui sandang, pangan, dan papan. Penghargaan atas budaya merupakan wujud dari sebuah bangsa yang beradab.
“Karenanya, peran pers dalam hal menjaga serta memelihara kebudayaan juga diperlukan, sehingga tidak hanya fungsi lembaga pendidikan dan pemerintah saja, tetapi perlu sinergi dan kolaborasi bersama,” katanya.
Usai menerima penghargaan AK PWI 2023, Kustini menyampaikan terimakasih dan bangga atas apresiasi terhadap inovasi batik Sinom Parijotho sebagai batik khas Kabupaten Sleman. Penghargaan anugrah kebudayaan ini merupakan hasil Kerja keras yang panjang.
Kustini menyebut batik sinom parijoto kini menjadi branding Kabupaten Sleman. “Dan bahkan menjadi produk unggulan dan merambah hingga tingkat internasional,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Prabowo menyebut Indonesia berada dalam kondisi survival dan menegaskan kepentingan nasional serta rakyat menjadi prioritas pemerintah.
Peta NASA menunjukkan sebaran karbon monoksida di Indonesia pada 13–15 Oktober 2026. BMKG mengingatkan data satelit tidak langsung menggambarkan kualitas udara
Bupati Sleman Harda Kiswaya melantik 63 pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator. Pejabat diminta memegang falsafah Golong Gilig dan mengutamakan pelay
Pemkab Kulonprogo dan Kemendag melatih 60 UMKM agar mampu menembus pasar ekspor. Program pendampingan intensif disiapkan selama delapan bulan.
Ketua DPRD Jogja FX Wisnu Sabdono Putro berharap persoalan sampah tuntas pada 2027. PSEL Piyungan dirancang mengolah 1.000 ton sampah per hari.