Messi Cetak Gol Tendangan Bebas ke-76, Dekati Rekor Dunia
Messi mencetak gol tendangan bebas ke-76 saat Inter Miami kalah 1-2 dari Columbus Crew. Ia kini tinggal dua gol dari rekor Marcelinho.
Tawon. /Ist-Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul telah menggelar sebanyak 102 kali operasi tangkap tawon (OTT) selama Januari 2023. Jenis tawon yang jadi sasaran OTT adalah tawon vespa.
BACA JUGA: Januari 2021, BPBD Bantul Gelar OTT di 32 Titik
Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, mengatakan dari 102 OTT, paling banyak dilakukan di kapanewon Bantul dengan 13 tindakan, Kasihan 9 tindakan dan Sewon sebanyak 7 tindakan. Adapun warga yang tersengat tawon, berdasarkan laporan ke BPBD ada sebanyak 5 orang.
"Tidak ada yang sampai dirawat di rumah sakit. Rata-rata mereka hanya mengalami lebam serta merasa gatal dan nyeri," kata Aka, Jumat (10/2/2023).
Jumlah OTT pada Januari 2023 ini persentasenya lebih dari seperempat dari total 385 OTT yang digelar oleh BPBD Bantul selama 2022. Sementara untuk 2021, BPBD Bantul menggelar OTT sebanyak 368 titik. Adapun pada Januari 2021, BPBD Bantul menggelar OTT sebanyak 32 titik.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Bantul Irawan Kurnianto mengatakan masih banyaknya perkebunan dan kehutanan di Bantul membuat tawon nyaman untuk bersarang baik di rumah warga maupun di pohon-pohon. Padahal, keberadaan tawon sangat membahayakan bagi manusia jika terkena sengatan tawon terutama tawon vespa.
“Kalau tersengat banyak tawon bisa membuat manusia pingsan. Terakhir kami tangani itu di Kapanewon Dlingo ada warga tersengat tawon langsung dievakuasi ke rumah sakit,” katanya.
Irawan mengatakan untuk evakuasi tawon rata-rata dilakukan pada malam hari demi keamanan bagi petugas Damkarmat maupun warga. Selain itu penanganan sarang tawon di malam hari karena tawon sensitif terhadap cahaya sehingga lebih mudah untuk memusnahkannya dengan cara dibakar.
“Penanganan siang hari juga pernah kami lakukan namun harus dengan alat perlindungan diri yang lengkap, karena kalau tidak bisa membahayakan petugas dan warga,” ujarnya.
Menurutnya di Bantul masih banyak sarang tawon karena banyak perkebunan dan hutan lindung. Sebenarnya jika jauh dari pemukiman dan tidak membahayakan warga sarang tawon dibiarkan. Namun yang ditangani rata-rata karena membahayakan warga. Selama ini diakuinya penanganan tawon berdasarkan laporan dari masyarakat. “Ketika masyarakat melapor kita langsung OTT,” ucapnya.
Sejauh ini hampir semua personel damkarmat, kata Irawan, bisa melakukan penanganan atau operasi tangkap tawon. Jumlah petugas sebanyak 92 orang yang tersebar di tujuh pos pemadam kebakaran. Lebih lanjut Irawan mengatakan tahun ini ada rencana peremajaan alat pelindung diri karena laporan bahaya tawon paling banyak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Messi mencetak gol tendangan bebas ke-76 saat Inter Miami kalah 1-2 dari Columbus Crew. Ia kini tinggal dua gol dari rekor Marcelinho.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.