Jogja Target Bebas Sampah Visual, Ribuan Reklame Ditertibkan
Pemkot Jogja mempercepat penataan kabel dan penertiban reklame ilegal. Sebanyak 2.623 reklame telah ditertibkan sepanjang 2026.
Anak-anak RW 11 Kelurahan Pakuncen diperkenalkan untuk belajar cara budi daya lele./Istimewa-Dok. RW 11
Harianjogja.com, JOGJA—Warga RW 11 Kelurahan Pakuncen, Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja, membudidayakan ikan lele mutiara menggunakan terpal untuk memenuhi kebutuhan gizi warganya. Lokasi yang digunakan pun dahulu merupakan lahan yang digunakan warga untuk membuang sampah.
Ketua RW 11 Kelurahan Pakuncen, Edy Rifantono, menyampaikan budi daya ikan lele tersebut telah dilakukan sejak 2020. Lokasi pembudidayaan tersebut merupakan lahan kosong yang digunakan untuk membuang sampah warga, yang kemudian dimanfaatkan menjadi lahan untuk kolam lele. Program budi daya tersebut dilakukan untuk menambah gizi masyarakat.
“Warga biasanya kalau malam buang sampah di situ, akhirnya kamicoba bersihkan untuk kegiatan warga. Jadi [setelah dimanfaatkan untuk kolam lele] warga malah ikut menjaga lingkungan,” katanya, Jumat (10/2/2023).
Setiap hari, sekitar empat orang warga RW 11 mengelola kolam ikan tersebut. Empat orang tersebut secara sukarela mengelola kolam mulai dari menebar bibit lele, memberi makan, membersihkan kolam ikan, hingga memanen lele tersebut. Dengan enam kolam terpal ukuran 1x1x1 meter sekitar 500 benih ikan lele mutiara ditebar ke setiap kolam. Dari budi daya tersebut, hasil panen diperkirakan 25 kg per kolam dalam waktu empat bulan.
“Yang belakangan ini mutiara [jenis ikan lele], sebelumnya parahyangan [jenis lele],” katanya.
BACA JUGA: Malioboro Dirombak Besar-besaran, Begini Gambarannya Saat Sudah Jadi
Hasil budi daya tersebut dimanfaatkan untuk pemenuhan gizi warga RW 11. Sebagian lainnya, apabila hasil panen berlebih maka akan dijual kepada salah satu warga RW 11 yang merupakan pedagang pasar dengan harga Rp.21 ribu per kilo. “Harapan kami bisa meringankan beban, dan meningkatkan gizi warga,” katanya.
Uang hasil penjualan tersebut digunakan warga untuk biaya operasional budidaya lele tersebut, selain itu juga untuk mengisi kas RW. “Belum untuk komersil untuk pengelolanya,” katanya.
Edy menyampaikan, hingga kini warga masih berupaya untuk meningkatkan pengelolaan kolam tersebut, salah satunya mencari makanan lain agar ikan lele tersebut dapat tumbuh dengan lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mempercepat penataan kabel dan penertiban reklame ilegal. Sebanyak 2.623 reklame telah ditertibkan sepanjang 2026.
Gerindra menyerahkan kasus Bupati Kuansing Suhardiman Amby kepada KPK dan menegaskan menghormati seluruh proses hukum.
TikTok menjelaskan PHK Tokopedia dilakukan demi efisiensi jangka panjang setelah integrasi bisnis dan restrukturisasi organisasi.
Lonjakan penumpang Commuter Line Jogja–Palur hingga 30% saat libur sekolah membuat KAI Commuter siagakan 34 perjalanan kereta per hari.
Peneliti menemukan enam celah keamanan pada AirDrop dan Quick Share yang berpotensi menyerang iPhone, Android, macOS, dan Windows.
Roy Suryo menghadiri sidang perdana Dokter Tifa di PN Jakarta Timur. Perkara Roy masih menunggu proses praperadilan di PN Jakarta Selatan.