Bantul Targetkan 10 Koperasi Merah Putih Beroperasi Agustus 2026
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kondisi bangunan yang terdampak longsor di Kelurahan Wirobrajan, Rabu (15/2/2023) malam./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA — Sebanyak tiga bangunan di Kelurahan Wirobrajan, Kemantren Wirobrajan hancur terseret arus sungai dan timbunan material tanah longsor yang terjadi saat hujan deras, Rabu (15/2/2023) malam WIB.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, tanah longsor dipicu oleh pergerakan tanah di seputaran bangunan yang tergerus oleh derasnya aliran Sungai Winongo. Ketiga bangunan itu masing-masing terdiri dari dua rumah tinggal dan satu pabrik pengolahan tahu dengan total panjang area terdampak kurang lebih 30 meter.
Ketua RT 35 RW 07 Kelurahan Wirobrajan, Poniran menjelaskan hujan terjadi di wilayah itu sejak pukul 20.00 WIB yang mengakibatkan aliran arus Sungai Winongo mengalir cukup deras meski debit airnya tidak mengalami kenaikan yang signifikan.
"Hujannya memang cukup lebat, tetapi air enggak naik terlalu tinggi, cuma arusnya saja yang deras. Kebetulan posisi bangunan ini memang cukup berdekatan dengan sungai," katanya, Kamis (16/2/2023).
BACA JUGA: Selain Rusak 3 Rumah, Material Longsor juga Kubur 5 Ekor Kambing
Longsor tersebut mengakibatkan sejumlah kerusakan pada bangunan rumah tinggal dan pabrik tahu yang terdampak. Sebagian besar peralatan produksi tahu lenyap terseret longsor. Sementara dua rumah tinggal lainnya mengalami kerusakan di bagian belakang meliputi kamar mandi, dapur dan lainnya.
"Tetapi tidak ada korban. Yang pabrik tahu itu kan lokasinya ada dua. Pas kejadian, para pekerja sedang di pabrik yang satunya lagi, cuman peralatan dan alat produksi terseret semua. Sekarang belum bisa kerja," ujarnya.
Poniran menyebut, BPBD setempat telah melakukan sterilisasi material dan mengirimkan dua unit terpal yang digunakan sebagai penutup bangunan sementara agar terlindung dari hujan dan cuaca buruk. Pihaknya juga memastikan bahwa insiden itu tidak sampai membuat warga mengungsi.
"Mereka tidak mengungsi karena yang terdampak hanya bagian belakang rumah. Cuma para pekerja tahu yang untuk sementara waktu belum bisa kerja karena peralatan terdampak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendekatkan sarana pelayanan kepada masyarakat luas.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.