Liburan Sekolah 2026, Pakai Trans Jogja, Ini Jalur dan Tarif Terbaru
Rute Trans Jogja 2026 terbaru lengkap beserta tarif resmi. Cek jalur bus Trans Jogja yang menghubungkan Malioboro, Bandara, Prambanan, hingga Bantul.
Bregada Rakyat melakukan kirab dalam rangkaian Merti Kali di Bantaran Sungai Winongo, Kelurahan Pringgokusuman, Gedongtengen, Kota Jogja, Minggu (23/10/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Kelurahan Pringgokusuman, Kemantren Gedongtengen, Kota Jogja, berhasil mengubah citra bantaran sungai yang dianggap kumuh menjadi tempat yang bersih dan asri. Warga menggelar Merti Kali sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat bahwa kawasan Sungai Winongo bersih dan dapat dikunjungi, pada Minggu (23/10/2022).
Sekretaris Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Pringgokusuman, Gedongtengen, Kota Jogja Ngatijo, menjelaskan Merti Kali digelar sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan. Saat ini pemerintah sudah memberikan perhatian terhadap upaya penataan di bantaran sungai. Penataan dapat meminimalisasi potensi bencana seperti tanah longsor dan banjir yang selama ini menghantui. Di sisi lain, seluruh warga Pringgokusuman memiliki semangat yang sama, yaitu menjadi sungai tetap bersih dan asri.
"Selama ini air memberikan banyak manfaat untuk masyarakat di bantaran Sungai Winongo. Sudah menjadi kewajiban kami untuk menjaga sungai," katanya Minggu (23/10/2022).
Ia mengatakan masyarakat berusaha untuk mengembangkan potensi wisata seiring dengan penataan bantaran sungai. Sama seperti Sungai Code, Sungai Winongo yang berada di Pringgokusuman pun memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Dari sisi tata ruang, saat ini sekitar Winongo masih asri dan belum banyak gedung bertingkat di sekitarnya.
"Sehingga bisa menjadi salah satu penyangga kawasan wisata Malioboro yang berada di pusat kota. Kami bersama warga terus menjaga sungai agar tetap asri dan berusaha menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata," ucapnya.
Warga berkomitmen menunjukkan berbagai potensi yang dimiliki, agar Pringgokusuman banyak didatangi sebagai destinasi. Salah satunya untuk mendukung wisata sungai, warga mengembangkan potensi seni budaya pada anak usia TK hingga SD hingga masyarakat dewasa
"Kami memiliki potensi pengembangan seni budaya sebagai pendukung, banyak sekali anak TK hingga SD di Pringgokusuman yang sudah bergabung dalam kelompok seni seperti karawitan," katanya.
Merti Kali di Sungai Winongo Pringgokusuman digelar dengan kirab gunungan hasil bumi, dikawal bregada rakyat, kelompok marching band tradisional. Masyarakat pun antusias mengikuti dan menyaksikan prosesi Merti Kali.
Kegiatan itu digelar secara swadaya oleh masyarakat di Kelurahan Pringgokusuman. Ngatijo berharap ke depan mendapatkan dukungan dari pemerintah agar melalui Pokdarwis bisa menggelar kegiatan tersebut. Mengingat lewat kegiatan tersebut dapat menggerakkan ekonomi warga sekaligus melestarikan budaya merti kali.
"Selain melestarikan budaya, kegiatan ini dapat menghapus image bantaran sungai yang sering dianggap miskin dan kumuh, tetapi sebenarnya bisa bersih asri dan ekonomi warga tumbuh," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rute Trans Jogja 2026 terbaru lengkap beserta tarif resmi. Cek jalur bus Trans Jogja yang menghubungkan Malioboro, Bandara, Prambanan, hingga Bantul.
Polresta Jogja menggelar rekonstruksi pembacokan di depan SMAN 3 Jogja. Polisi mengungkap korban tewas akibat luka bacok di dada kanan atas.
Muhammad Tahir resmi berpisah dengan PSS Sleman setelah membantu Super Elja promosi ke Super League musim 2025/2026.
Sigit Mustofa memimpin Warkaban periode 2026–2029 dengan fokus memperkuat organisasi, kolaborasi, dan kontribusi diaspora Bantul bagi masyarakat.
Menhut Raja Juli Antoni mendorong sektor kehutanan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui konsep green growth tanpa mengabaikan kelestarian hutan.
BKAD Sleman mengajukan pemblokiran rekening yang dipakai dalam penipuan berkedok tagihan pajak daerah. Warga diminta hanya membayar lewat kanal resmi.