Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Dalang Ki Hadi Sujiyo (kiri) secara simbolis menerima wayang kulit dari wakif Masjid Al Iqrom, Dusun Jalakan, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Bantul, Sabtu (18/2/2023)./Harian Jogja-Arief Junianto
Harianjogja.com, BANTUL — Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan Isra Mikraj di Dusun Jalakan, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak tahun ini digelar melalui pergelaran wayang kulit.
Adapun lakon yang dimainkan oleh dalang Ki Hadi Sujiyo dalam pergelaran wayang kulit yang dihelat di halaman Masjid Al Iqrom, Dusun Jalakan, Sabtu (18/2/2023) tersebut adalah Kalimasodo Kajarwo.
Acara tersebut diihadiri oleh Wakil Bupati Bantul, Joko B. Purnomo; Panewu Pandak, Nanang Dwi Atmoko; Lurah Triharjo, Suwardi; serta wakif Masjid Al Iqrom sekaligus penggagas acara, R. Sudarmono.
Wakil Bupati Bantul, Joko B. Purnomo menilai acara peringatan Isra Mikraj yang digelar warga Dusun Jalakan tersebut sangat positif. "Melalui acara seperti ini, saya seperti teringat era Wali Sanga. Budaya dan dakwah keagamaan sejatinya tidak bisa dipisahkan," kata Joko.

Menurut dia, selain sebagai ajang dakwah, pentas wayang kulit yang digelar oleh masyarakat Jalakan tersebut sekaligus menjadi upaya warga untuk melestarikan budaya di tengah arus modernisasi.
BACA JUGA: Bagi Jokowi, Isra Miraj Sarana Memperbaiki Hidup
Oleh sebab itu, dia pun berharap peringatan Isra Mikraj yang digelar dalam bentuk pergelaran wayang kulit tersebut bisa menjadi momentum bagi masyarakat Kalurahan Triharjo untuk memperkuat ukhuah islamiyah. "Diharapkan pembangunan rohaniah pun bisa lebih sempurna. Dengan begitu, kualitas hidup pun bisa lebih diperbaiki," kata dia.
Sementara itu, Ketua Panitia, Subarjo mengakui peringatan Isra Mikraj lewat acara pergelaran wayang kulit adalah yang kali pertama digelar di Jalakan.
Dia menjelaskan, awal mula gagasan menggelar wayang kulit saat peringatan Isra Mikraj tahun ini adalah berasal dari wakif Masjid Al Iqrom, Sudarmono.
"Beliau [Sudarmono] sempat mengusulkan perhelatan wayang kulit dalam peringatan Isra Mikraj tahun ini. Kebetulan takmir masjid juga pengin menggelar pengajian akbar. Jadi ya sudah, ini gayung bersambut," kata Wakil Ketua Badan Musyawarah Kalurahan Triharjo tersebut.
Pemberdayaan Masyarakat
Sementara itu, Kepala Dusun Jalakan, Tri Joko mengakui gelaran wayang kulit tersebut merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
"Karena acara ini [pergelaran wayang kulit] pada dasarnya memang berawal dari tingkat bawah, kemudian disengkuyung bersama. Kami berdayakan semua pemuda di dusun kami," ujar dia.
Tak hanya itu, dia juga berharap pergelaran wayang kulit juga bisa lebih berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat.
"Karena dengan adanya wayangan, lebih banyak orang yang datang. Pedagang kuliner juga banyak. Intinya, acara ini digelar oleh masyarakat dan untuk masyarakat juga," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.
Fitur Instants Instagram bikin banyak pengguna salah kirim foto. Berikut cara menonaktifkan dan membatalkan Instants agar privasi tetap aman.