Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Ilustrasi Dimas Diajeng Bantul./Instagram
Harianjogja.com, BANTUL — Setelah absen selama dua tahun karena pandemi Covid-19, ajang Pemilihan Dimas Diajeng Bantul kembali digelar oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul bersama Ikatan Duta Wisata Bantul (IDWB) tahun ini.
Dimas-Diajeng yang terpilih nantinya akan menjadi duta wisata dan diharapkan ikut membantu memulihkan dunia pariwisata Bantul pascapandemi Covid-19 melalui promosi dan kreatifitasnya masing-masing.
“Harapannya kan Dimas-Diajeng ini jadi duta wisata, nah setelah dunia pariwisata terganggu karena pandemi selama dua tahun terakhir diharapkan Dimas-Diajeng ini turut menjadi bagian dalam memulihkan pariwisata Bantul,” kata Kasi Promosi dan Informasi Data, Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, Minggu (19/2/2023).
BACA JUGA: Grand Final Pemilihan Dimas Diajeng Kota Jogja 2021
Markus mengatakan pemilihan Dimas Diajeng terakhir digelar pada 2019 lalu. Ajang pemilihan duta wisata Bantul dua tahunan sekali tersebut seharusnya kembali digelar pada 2021, namun karena pandemi Covid-19 sehingga ditunda dan baru bisa dilaksanakan kembali pada tahun ini.
Proses pendaftaran calon Dimas Diajeng Bantul sudah dibuka sejak awal Januari lalu dan ditutup per Minggu (19/2/2023) tengah malam. Menurut Markus sampai, Sabtu pekan lalu jumlah pendaftar Dimas Diajeng Bantul sudah mencapai 33 orang. “Itu baru per Sabtu kemarin ya, belum terhitung sampai Minggu. Kemungkinan masih bisa bertambah pendaftarnya,” ucapnya.
Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabwowo mengatakan kegiatan pemilihan Dimas Diajeng Bantul ini dilaksanakan dengan tujuan memberdayakan pemuda-pemudi asli Bantul untuk membantu mengoptimalkan potensi pariwisata di Bantul. Selain itu juga menjaring, memilih, dan meregenerasi pemuda-pemudi Bantul yang peduli akan budaya dan pariwisata di Bantul sebagai bagian dari IDWB.
Pemilihan Dimas Diajeng Bantul tahun ini mengangkat tema Tansah Sumadya Hanguripi, Nguri-uri Subasita Kang Utama, Murih Ginayuh Projotamansari’ yang berarti Dimas Diajeng Bantul bersedia menghidupi, bersedia melestarikan, dan etika adalah pilihan utama agar tercapainya tujuan bumi Bantul Projotamansari. "Tema kali ini sejalan dengan Bantul Bumi Mataram dan Bantul Kreatif,” jelasnya.
Adapun tahapan dalam kegiatan pemilihan Dimas Diajeng ini, mulai dari pendaftaran dari 1 Januari-19 Februari, kemudian dilanjutkan seleksi tertulis Sabtu (4/3/2023) dan seleksi wawancara pada Minggu (5/3/2023).
Sementara pengumuman lolos semifinal Technical Meeting penugasan semifinal Senin (6/3/2023. Setelah itu masih ada rangkaian kegiatan lain seperti pembekalan kegiatan kelompok hingga nantinya gladi bersih dan Grand Final akan digelar pada Sabtu (10/6/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Extended concourse bawah tanah di Stasiun MRT Bundaran HI dibangun dengan biaya Rp200 miliar dan ditargetkan rampung Mei 2027.
Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi 3 mulai bertarif sejak 21 Agustus 2026. Cek rincian tarif berdasarkan golongan kendaraan dan tujuan perjalanan
Cek jadwal KSPN Jogja Minggu 23 Agustus 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan jam keberangkatan dan tarif.
Jelang Muktamar ke-35 NU, sejumlah ulama menyerukan penolakan politik uang dan meminta pemegang hak suara menjaga independensi organisasi.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 23 Agustus 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.