The Temple of Champions Hadir di Candi Prambanan November 2026
The Temple of Champions digelar di Candi Prambanan pada 7 November 2026, menghadirkan pertandingan tinju perebutan sabuk WBC Asia.
Warga mengoperasikan alat pembakar sampah hasil inovasi dari Bank Sampah Guyub Rukun di Kelurahan Rejowinangun, Kotagede./Istimewa
JOGJA—Bank Sampah di Kota Jogja terus menelurkan berbagai inovasi untuk mengatasi persoalan sampah yang dinilai sudah masuk ke dalam kategori darurat di wilayah itu. Peran bank sampah menjadi salah satu tumpuan dalam menyelesaikan persoalan di sektor ini, khususnya sampah jenis anorganik.
Salah satu bank sampah di Kota Jogja bahkan menelurkan inovasi berupa alat pembakar sampah dan alat pemecah kaca untuk menyerap sampah-sampah anorganik di wilayah itu. Bank Sampah Guyub Rukun RW 06 yang berada di Rejowinangun, Kotagede telah mengoperasikan dua alat itu baru-baru ini.
Ketua Bank Sampah Guyub Rukun RW 06 Seneng Waliasih mengatakan kedua alat itu merupakan hasil inovasi dari warga setempat dan anggota dari bank sampah tersebut. Alat itu dibuat untuk mengatasi persoalan sampah anorganik yang belakangan menimbulkan efek sosial di masyarakat.
"Biasanya kalau membakar sampah di perkotaan menimbulkan asap yang tidak sedikit. Kami coba kreasikan alat khusus agar dampak yang dibakar ini tidak menimbulkan masalah sosial ke warga sekitar," katanya, Senin (20/2).
Dia mengklaim alat pembakar sampah ini merupakan alat yang ramah lingkungan. Sampah yang dibakar hanya menghasilkan asap yang minim. Alatnya terbuat dari drum bekas yang telah dilubangi bagian tengahnya dan kemudian dipasangi pipa besi di bagian atas untuk mengalirkan asap ke drum lain.
"Kadang sampah-sampah yang tidak laku dijual ke bank sampah, kami pakai alat ini untuk membakar," jelasnya.
Sementara, hasil inovasi lainnya yakni alat pemecah dan penghalus kaca. Alat ini digunakan untuk sampah jenis kaca yang cenderung berbahaya jika dibuang sembarangan. Dengan alat itu, pecahan kaca dan botol bekas dibuat halus yang nantinya bisa dijual ke para perajin keramik dan para pembuat makam.
"Alat pemecahan kaca itu digiling sampai lembut dibawa ke bank sampah. Jadi bagaimana caranya biar ga bahaya dan yang bingung membuangnya. Tiap pekan ada penimbangan. Itu laku dijual ke para perajin keramik untuk campuran kijing dan benang," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
The Temple of Champions digelar di Candi Prambanan pada 7 November 2026, menghadirkan pertandingan tinju perebutan sabuk WBC Asia.
Kebakaran supermarket di Berbah membuat Jalan Jogja-Solo arah Solo-Jogja ditutup dan kendaraan dialihkan melalui Simpang Prambanan-Piyungan.
BPS menyebut harga beras September 2026 naik karena pasokan berkurang setelah puncak panen raya dan pengaruh cuaca.
Supermarket Trans Home di Jalan Jogja-Solo Km 11 Sleman terbakar hebat. Api merembet dari bagian belakang hingga melalap seluruh gedung.
Menteri Perindustrian Sarmuji memiliki harta bersih Rp14,93 miliar berdasarkan LHKPN 2025, termasuk kapal senilai Rp5,57 miliar.
Komjen Wahyu Hadiningrat resmi menjadi Wakapolri mendampingi Jenderal Suyudi Ario Seto. Simak profil dan rekam jejaknya.