Tiang PJU Jogja Diusulkan Jadi Smart Pole, Ini Manfaatnya
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Truk melintasi ruas jalan Tempel-Dekso, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Minggu (5/2/2023)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA — Kondisi jalan berlubang di ruas jalan Tempel-Dekso, Kalurahan banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman, sempat menarik perhatian masyarakat. Sejumlah spanduk berisi keresahan warga pun dipasang sepanjang jalan tersebut.
Terkait dengan hal itu, Staf Umum dan Protokoler Jasamarga Jogja Bawen (JJB), Rizky Nugraha menyampaikan penambalan untuk jalan berlubang di ruas Jalan Raya Banyurejo Tempel, Sleman tengah dilakukan. “Saat ini sudah ada penambalan untuk jalan rusak tersebut,” ucapnya, Minggu (26/2/2023).
Dia menyampaikan untuk perbaikan jalan tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan PT Adhi Karya sebagai penyedia jasa konstruksi jalan tol Jogja Bawen.
“Soal jalan berlubang di Banyurejo, kami sedang berkoordinasi dengan penyedia jasa konstruksi proyek jalan tol untuk mengupayakan distribusi kendaraan material agar tidak menjadi keluhan masyarakat, mengingat tidak semua kendaraan yang melintas adalah kendaraan yang membawa material proyek tol, tetapi juga banyak pihak,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Salah satu warga, Denny Tidar Jannu, menjelaskan ruas jalan Tempel-Dekso sebenarnya sudah rusak sejak sebelum pembangunan tol karena memang sering dilewati truk. “Terus sekarang diperparah setelah adanya tol, sama berdebu juga,” ujarnya.
BACA JUGA: Ruas Jalan Tempel-Dekso Rusak Parah Akibat Truk Proyek Tol Jogja Bawen, Perlu Diadukan ke Gibran?
Terkait dengan kerusakan akibat proyek tol, dia mengungkapkan sudah ada upaya penambalan dari pihak tol sekitar tiga hari yang lalu, namun kembali berlubang. “Sudah ditambal, tetapi kan sama aja, nambalnya seberapa, sekarang sudah berlubang lagi,” katanya.
Menurutnya, penambalan yang dilakukan tidak akan awet karena hanya penambalan kecil, sementara setiap hari puluhan truk dengan muatan berat melintasi jalan tersebut. “Aspal itu kalau gak di keruk terus dibikin baru gak bakal awet,” kata dia.
Warga di sekitar jalan Tempel-Dekso sempat menanam pohon pisang di lubang jalan itu dengan harapan mendapat atensi dari pihak berwenang dan segera ditangani. Tetapi sayangnya setelah pohon pisang dilepas dan jalan diperbaiki, hanya berselang tiga hari sudah kembali berlubang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
JFC 2026 digelar di Malioboro dengan 19 kelompok peserta. Parade kostum kreatif mengangkat budaya Jogja sekaligus mendukung pariwisata
BPS menjelaskan desil DTSEN sebagai posisi relatif kesejahteraan keluarga, bukan ukuran mutlak kemiskinan, pendapatan, atau kekayaan.
Mensesneg Prasetyo Hadi membantah Haji Isam ditunjuk sebagai koordinator penanganan karhutla di Kalimantan oleh Presiden Prabowo.
Menhut Raja Juli Antoni memperkuat operasi karhutla Kalsel dengan tambahan armada water bombing dan helikopter dari Riau.
Enam pamong kalurahan ikut Pilur Gunungkidul 2026. Mereka wajib mundur dari jabatan jika ditetapkan sebagai calon lurah pada 8 September.